Jakarta, PR Politik (12/12) – Di tengah persaingan ekonomi yang ketat antara negara-negara besar, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong Indonesia untuk tetap menjalin hubungan baik dan meningkatkan perdagangan dengan Amerika Serikat. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Anggota Fraksi PKS, Meity Rahmatia, dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat di Washington DC, pada Senin (09/12/2024).
Meity, yang merupakan anggota DPR dari Sulawesi Selatan, menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada awak media. Ia menjelaskan bahwa Fraksi PKS berharap kedutaan-kedutaan Indonesia, termasuk di Amerika Serikat, dapat berfungsi sebagai jembatan yang kokoh dalam bidang ekonomi dan pendidikan.
“Begitu diungkapkan oleh Ketua FPKS, Ustad Jazuli Juwaini, di depan peserta diskusi. Dalam hal ini, saya juga mengharapkan hal yang sama. Indonesia tetap menjalin hubungan baik yang menjunjung tinggi prinsip politik luar negeri bebas aktif, termasuk dengan Amerika Serikat,” ungkapnya.
Meity menambahkan bahwa kerjasama di bidang ekonomi dengan Amerika Serikat dapat ditingkatkan melalui ekspor-impor komoditas pertanian, perkebunan, perikanan, teknologi, dan sektor-sektor lain yang saling dibutuhkan.
Baca Juga: Baca Juga: Sugeng Suparwoto Soroti Tantangan Kebutuhan Energi Listrik dan Perubahan Iklim di Indonesia
Dalam pertemuan di KBRI, mereka juga mendiskusikan arah kebijakan politik Amerika Serikat pasca terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden dan pengaruhnya terhadap Indonesia. “Analisis dalam diskusi tersebut melihat momentum pemilu dan pergantian kepemimpinan di Amerika sebagai peluang untuk meningkatkan hubungan diplomatik dan kerjasama,” bebernya.
Politisi yang juga dikenal sebagai pengusaha travel ini menjelaskan bahwa dialog di KBRI Amerika berfokus pada tiga aspek. Pertama, bidang ekonomi, dengan memposisikan Indonesia dalam mata rantai yang produktif dan strategis, seperti mineral dan elektronik.
Kedua, Meity menekankan pentingnya meningkatkan ekspor komoditas unggulan seperti sawit, elektronik, dan hasil laut, serta memperbaiki teknologi melalui peningkatan investasi.
Ketiga, dalam bidang pemerintahan, mereka membahas penguatan hubungan pertahanan, peningkatan kerjasama parlemen, diplomasi publik, pendidikan, serta kerjasama di bidang semi konduktor antara Indonesia dan lembaga serta kampus di Amerika.
Baca Juga: Henry Andrew George Wairara Resmi Menjabat Ketua DPR Provinsi Papua Barat Daya
Meity juga menjelaskan strategi untuk mengupayakan kerjasama dengan Amerika di masa pemerintahan Trump, yaitu dengan menyiapkan daftar produk yang diimpor dari Amerika dan menyampaikan komitmen untuk mempertahankan bahkan meningkatkan impor tersebut. “Menarasikan kepada Amerika agar Indonesia memiliki bargaining position di sana,” ujarnya.
Kunjungan Fraksi PKS ke Amerika Serikat direncanakan berlangsung selama lima hari, dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (08/12/2024) dan berakhir pada Jumat, 13 Desember 2024. Seluruh anggota fraksi dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Sabtu, 14 Desember 2024. Selain pertemuan dengan KBRI, anggota FPKS juga diagendakan bertemu dengan United Nations Special Representative of the Secretary General on Violence Against Children.
Sumber: fraksi.pks.id















