Jakarta, PR Politik (3/12) – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Riyono, menyoroti ancaman stunting dan kemiskinan ekstrem yang berdampak langsung pada kualitas generasi emas 2045. Dalam pandangannya, wilayah pesisir, yang merupakan penghasil utama protein berupa ikan, menjadi area yang paling rentan terhadap masalah ini.
“Wilayah pesisir mendominasi tingkat kemiskinan ekstrem dengan 147 kabupaten/kota teridentifikasi, mencakup 12,5% dari total penduduk miskin ekstrem di Indonesia. Hal ini berdampak pada lahirnya generasi stunting di kalangan ibu nelayan,” ungkap Riyono.
Menurut data, prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi, dengan 21,6% balita stunting pada tahun 2023. Target penurunan angka stunting menjadi 14% pada 2024 dinilai berat, terutama karena dampak pandemi dan tekanan ekonomi yang menurunkan daya beli masyarakat.
Riyono menggagas gerakan One Day One Fish sebagai solusi untuk meningkatkan asupan protein nasional. Ia menekankan bahwa ikan kaya protein, Omega 3, dan Omega 6, sangat relevan untuk pencegahan stunting.
“Gerakan ini mengajak setiap keluarga Indonesia mengonsumsi ikan minimal satu kali sehari. Selain mencegah stunting, ini juga mendorong perbaikan ekonomi wilayah pesisir,” ujarnya.
Dengan tingkat konsumsi ikan nasional yang saat ini 55 kg per kapita per tahun, target 62,5 kg pada 2024 perlu terus dipacu. Riyono mendorong angka konsumsi yang lebih ambisius, hingga 100 kg per tahun seperti Jepang.
Baca Juga: Yuliansyah Dorong Transformasi Ketahanan Pangan melalui Sinergi Multi-Level
Gerakan ini juga berpotensi mendorong ekonomi nelayan. Jika konsumsi ikan mencapai rata-rata 53 kg per kapita dari 260 juta penduduk, maka kebutuhan ikan nasional akan mencapai 13 juta ton per tahun. Dengan harga rata-rata Rp5.000 per kilogram, dampak ekonomi mencapai Rp780 miliar hanya dari satu jenis ikan.
“Gerakan ini tidak hanya mengurangi stunting, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi signifikan bagi nelayan dan masyarakat pesisir,” tambahnya.
Riyono menekankan pentingnya konsumsi ikan yang tepat untuk anak-anak, seperti ikan kembung, tuna, gabus, lele, hingga salmon. Dengan kebijakan sistemik dan dukungan masyarakat, ia optimistis bahwa One Day One Fish dapat menjadi langkah strategis menuju Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera.
“Ayo kita dorong gerakan ini bersama untuk melahirkan generasi cerdas menuju Indonesia emas 2045,” tutup Riyono.
Sumber: fraksi.pks.id















