Bandung, PR Politik – Momentum Hari Asyura atau 10 Muharram 1448 Hijriah dimaknai secara istimewa oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, M.A.P. Melalui gerakan sosial yang digelar serentak di 12 titik wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, pria yang akrab disapa Kang Cucun ini menyalurkan paket santunan kepada 1.448 anak yatim, Kamis (25/6).
Paket bantuan yang didistribusikan berupa perlengkapan sekolah dan uang saku tunai. Aksi nyata ini menjadi bagian dari bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar politik kehadiran untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di bulan yang penuh kemuliaan.
Rangkaian kegiatan berlangsung terpusat di 12 titik strategis, antara lain meliputi wilayah Soreang, Solokanjeruk, Bojong, Majalaya, Nagrak, Maruyung, Rancaekek, Jalan Anyar, Kantor DPC PKB Kabupaten Bandung Barat, hingga Kantor DPC PKB Kabupaten Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan salam hangat serta pesan khusus dari Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), agar seluruh kader dan masyarakat luas terus menghidupkan semangat berbagi serta memperkuat jaring kepedulian sosial, terutama kepada anak-anak yatim dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama.
“Saya menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin Iskandar. Beliau berpesan agar semangat berbagi dan gotong royong terus dirawat sebagai kekuatan utama bangsa,” ujarnya.
Menurut analisisnya, Hari Asyura bukan sekadar peringatan rutin dalam kalender Islam, melainkan momentum krusial untuk memperkuat kepedulian sosial dan memperluas manfaat bagi sesama di tingkat tapak.
Selain mengalirkan santunan untuk anak yatim, ia juga meresmikan langsung hasil renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Bapak Iwan di Desa Cipedes. Hunian yang kini telah bertransformasi menjadi rumah sehat dan layak tersebut merupakan realisasi nyata dari program bedah rumah yang dikawal oleh tim Rumah Aspirasi Kang Cucun. Peresmian ini menegaskan bahwa kerja advokasi parlemen tidak hanya menyasar aspek pemenuhan kebutuhan sosial jangka pendek, tetapi juga peningkatan kualitas infrastruktur papan masyarakat bawah.
“Santunan serta program bedah rumah rutilahu yang kita resmikan hari ini merupakan bagian dari komitmen politik kehadiran, yakni memastikan negara dan para pemimpinnya selalu dekat dengan rakyat, terutama mereka yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kondisi sosial dan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat saat ini menuntut lahirnya gerakan berbagi yang lebih luas, sistematis, serta berkelanjutan.
“Semangat berbagi hari ini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sebuah kebutuhan sosial yang mendesak. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk tidak menunda berbuat baik. Semakin banyak yang berbagi, semakin kuat pula ikatan sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.
Pihaknya berharap gerakan santunan serta peresmian Program Rumah Aspirasi di Desa Cipedes yang dilaksanakan pada momentum Muharram ini dapat memantik gelombang solidaritas sosial yang lebih luas di berbagai daerah lain. Peringatan Muharram harus menjadi refleksi bersama atas berbagai persoalan sosial yang masih terjadi, terutama yang menyangkut perlindungan anak dan penyediaan hunian yang layak bagi keluarga prasejahtera.
“Peringatan Muharram ini harus memicu gerakan hijrah sosial, sebuah transformação kolektif untuk memastikan lingkungan kita aman, ramah bagi anak-anak, serta menghadirkan tempat tinggal yang sehat bagi keluarga berpenghasilan rendah seperti halnya kediaman Bapak Iwan. Tidak boleh ada lagi kekerasan terhadap anak, dan tidak boleh ada lagi warga kita yang terpaksa tinggal di rumah yang tidak layak. Melindungi dan membahagiakan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” ucapnya memungkasi pernyataannya.
sumber : PKB















