Sigi, PR Politik – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah bergerak taktis menyalurkan 1.500 paket bantuan logistik darurat bagi warga terdampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sigi, Rabu (17/6).
Paket bantuan kemanusiaan tersebut didistribusikan secara terintegrasi kepada warga terdampak di Desa Kamarora A dan Kamarora B di yurisdiksi Kecamatan Nokilalaki, serta Desa Petimbe di wilayah Kecamatan Palolo, Sigi. Guna mengamankan kelancaran distribusi logistik di lapangan, PSI mengerahkan armada taktis berupa dua unit mobil ambulans darurat dan lima unit kendaraan operasional.
Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Agus Lamakarate, memaparkan bahwa aksi cepat tanggap ini merupakan manifestasi kepedulian nyata partainya terhadap stabilitas sosial masyarakat yang terdampak guncangan gempa di Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan Parigi Moutong akibat eskalasi aktivitas Sesar Sausu.
Menurutnya, pergerakan lincah ini dieksekusi setelah mengantongi arahan langsung dari Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep bersama Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali, yang menginstruksikan seluruh barisan kader untuk fokus total menyuplai bantuan bagi warga di zona merah bencana.
“Ketua Umum dan Ketua Harian meminta seluruh kader PSI hadir membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah. Karena itu kami bergerak cepat menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak,” urainya saat memimpin penyaluran bantuan, Rabu.
Sirkuit penyerahan bantuan secara simbolis dipusatkan langsung di Posko Peduli Bencana PSI Sulawesi Tengah. Dalam agenda tersebut, Agus Lamakarate terpantau didampingi oleh barisan elite pengurus wilayah, di antaranya Wakil Ketua DPW PSI Muh Masykur dan Khadafi Badjerey, Wakil Bendahara Umum Imam Safaat, Ketua Departemen Komunitas Amir Sidik, serta Ketua Departemen Data dan Cyber Subagio. Agenda kemanusiaan ini juga dikawal ketat oleh Ketua DPD PSI Kabupaten Sigi, Adi Kabarani Rapadjori, beserta jajaran pengurus daerah.
Di hadapan ratusan warga terdampak, Agus menegaskan bahwa rajutan kebersamaan hibrida bertindak sebagai faktor kunci dalam menghadapi dampak bencana alam. Menolong masyarakat yang sedang tertimpa musibah diklaim sebagai tanggung jawab sosial yang wajib dieksekusi secara kolektif.
“Semoga bantuan dari PSI ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat Sigi yang terdampak gempa. Kita tidak pernah tahu kapan musibah datang karena semuanya merupakan kehendak Allah SWT. Semoga para korban diberikan kekuatan dan kita semua dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini,” ujarnya menguatkan mental para pengungsi di tenda darurat.
Sinyal aksi kemanusiaan ini dipertegas oleh Wakil Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah yang juga memegang mandat sebagai Koordinator PSI Peduli Gempa, Muh Masykur. Ia menandaskan bahwa kehadiran fisik kader di lokasi bencana merupakan bentuk solidaritas nyata dan bukti bahwa partai berlambang mawar dan gajah itu berkomitmen agar eksistensinya benar-benar dirasakan rakyat dalam situasi sulit pascabencana.
“Kami ingin memastikan PSI hadir untuk rakyat, terutama ketika masyarakat sedang membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Ia menambahkan, doktrin kerja dari Ketua Harian Ahmad Ali memperingatkan seluruh kader agar tidak hanya menampakkan diri saat sirkuit kontestasi politik pemilu bergulir, melainkan wajib berada di garis depan saat rakyat didera duka.
“Pak Ahmad Ali menekankan bahwa PSI harus hadir bukan hanya saat kontestasi politik, tetapi juga dalam setiap duka yang dialami rakyat. Karena itu seluruh kader langsung bergerak,” imbuhnya membeberkan draf instruksi pusat.
Ia menilai intervensi partai politik dalam fase tanggap darurat mampu menyuplai dampak psikologis dan sosiologis yang positif bagi korban, terutama dalam memotong rantai birokrasi kaku demi mempercepat proses rekonstruksi pascabencana di daerah.
“Ini bukan soal politik. Ini soal kemanusiaan. Kami ingin hadir di garis depan untuk memberikan bantuan dan solusi nyata bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” pungkasnya mengunci laporannya.
Menutup laporan, aksi tanggap darurat yang bersih dari sekat birokrasi formalitas ini diproyeksikan andal memulihkan roda aktivitas sosial-ekonomi di Kabupaten Sigi secara akuntabel. Konsolidasi kemanusiaan yang transparan ini diharapkan mampu menjaga tingkat kepercayaan (public trust) masyarakat terhadap kepedulian partai politik di tingkat tapak secara berkelanjutan.
sumber : PSI















