Serang, PR Politik – Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa Provinsi Banten dan Lampung mengantongi peran yang sangat strategis sebagai gerbang utama pergerakan masyarakat yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Atas dasar itu, rapor keberhasilan pengelolaan sistem transportasi di kedua yurisdiksi tersebut bertindak sebagai faktor kunci dalam menjamin kelancaran mobilitas masyarakat secara nasional, khususnya selama masa krusial mudik dan arus balik Lebaran.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat memimpin upacara penyerahan penghargaan prestisius kepada Polda Banten dan Polda Lampung atas dedikasi, sinergi, serta kontribusi besarnya dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026. Agenda formal ini dihentak langsung di Kantor Polda Banten, Serang, Kamis (18/6).
“Kita tahu setiap penyelenggaraan Lebaran, seluruh mata masyarakat Indonesia akan tertuju kepada wilayah ini. Sehingga harapan dan ekspektasi masyarakat begitu tinggi kepada kita semua agar dapat menyelenggarakan pelayanan, khususnya transportasi Lebaran, agar berjalan dengan lancar dan aman, serta membantu masyarakat dalam melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman,” urainya di hadapan barisan perwira tinggi kepolisian.
Ia menandaskan bahwa kesuksesan total penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 merupakan buah manis dari kerja keras dan kolaborasi hibrida seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Manajemen hulu-hilir ini melibatkan unsur TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, hingga ketangguhan para petugas lapangan dalam menyuplai pelayanan publik yang prima.
Menurut analisisnya, keterlibatan aktif Korps Bhayangkara di lapangan terbukti andal dalam memperketat aspek pengamanan, mengeksekusi rekayasa lalu lintas secara dinamis, serta cepat tanggap dalam merespons berbagai dinamika darurat di sirkuit mudik.
“Untuk itu, apresiasi secara khusus kami sampaikan kepada Kapolda Banten beserta seluruh jajaran dan Kapolda Lampung beserta seluruh jajaran atas dedikasi dan profesionalisme yang telah ditunjukkan selama masa Angkutan Lebaran,” pujinya.
Penghargaan yang diguyur oleh Kementerian Perhubungan ini diposisikan sebagai bentuk penghormatan nyata bagi seluruh personel yang telah memasang badan dan bekerja tanpa mengenal waktu demi menggaransi keselamatan pemudik.
“Masyarakat mungkin menikmati perjalanan yang lancar sebagai sesuatu yang wajar. Namun di balik itu, terdapat kerja keras, koordinasi, kesiapsiagaan, dan pengabdian seluruh petugas di lapangan,” ungkapnya membuka realitas di balik layar operasi mudik.
Menhub berharap iklim kolaborasi yang solid ini tidak mengendur pasca-Lebaran, melainkan terus dirawat dan diperkuat untuk menjinakkan berbagai tantangan transportasi makro di masa depan.
“Semoga sinergi yang telah terbangun dengan baik ini dapat terus kita pertahankan dan tingkatkan. Kami meyakini bahwa pelayanan transportasi yang aman, selamat, dan lancar hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama yang erat dan komitmen bersama untuk melayani masyarakat,” tuturnya.
Agenda penyerahan penghargaan ini terpantau dihadiri oleh barisan elite komando transportasi dan kepolisian, di antaranya Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Kepala Kepolisian Daerah Banten Irjen Pol. Hengki, serta Kepala Kepolisian Daerah Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf.
Menutup laporannya, integrasi kerja sama antara Kemenhub dan institusi Polri ini diproyeksikan sukses mempertahankan tingkat kepercayaan (public trust) masyarakat secara absolut. Langkah penataan sistem logistik dan transportasi massal yang bersih dari ego sektoral birokrasi ini dijamin akan terus berjalan akuntabel serta transparan demi kenyamanan seluruh warga negara.
sumber : Kemenhub RI















