Jakarta, PR Politik – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Holding BUMN Pangan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) atau ID FOOD guna mempertebal kerja sama diplomasi ekonomi. Sinergi ini diarsiteki secara taktis untuk mendukung kedaulatan dan program ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian iklim ekonomi global, Rabu (17/6).
Prosesi penandatanganan legalitas hukum tertulis tersebut dieksekusi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri bersama Direktur Utama ID FOOD di Ruang Sunda Kelapa, Kantor Kemlu, Jakarta. Melalui kesepakatan ini, kedua instansi akan menyatukan kekuatan hulu-hilir untuk memperkencang kemampuan produksi pangan berkelanjutan.
Adapun ruang lingkup kerja sama komprehensif ini dikunci pada lima klaster utama:
-
Promosi produk pangan unggulan Indonesia ke pasar internasional.
-
Pertukaran data siber dan pasokan informasi komoditas global.
-
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perdagangan internasional.
-
Fasilitasi kerja sama pengembangan riset serta teknologi pertanian modern.
-
Dukungan promosi investasi dua arah (inbound dan outbound) di bidang logistik pangan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kemlu, Denny Abdi, memberikan penekanan mengenai vitalnya integrasi lintas sektor dalam menggolkan misi diplomasi ekonomi. Kemlu siap mengomandoi seluruh instrumen Perwakilan RI di luar negeri, seperti Kedutaan Besar (KBRI) dan Konsulat Jenderal (KJRI), untuk bertindak sebagai ujung tombak pembuka pasar baru.
“Sinergi ini dapat didorong dengan memanfaatkan peran penting seluruh Perwakilan RI di luar negeri, antara lain melalui perluasan akses pasar dan diversifikasi mitra bisnis,” urainya membedah strategi diplomasinya.
“kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran ID FOOD sebagai Holding BUMN Pangan dalam mendukung program ketahanan pangan. Menurutnya, dukungan jaringan diplomasi ekonomi Kementerian Luar Negeri akan membuka peluang perluasan pasar ekspor, penguatan kerja sama perdagangan internasional, serta investasi di sektor pangan,” paparnya optimis.
ID FOOD saat ini tengah gencar menerbangkan sejumlah komoditas ekspor andalannya ke pasar dunia, yang meliputi komoditas kopi robusta dan arabika, teh kelas premium, rumput laut, furnitur berbahan rotan dan kayu, hingga komoditas gum damar. Hubungan hibrida dengan Kemlu diproyeksikan bakal mendongkrak indeks daya saing (competitiveness) seluruh komoditas tersebut secara instan.
Usai seremoni penandatanganan selesai, agenda langsung disambung dengan kegiatan business pitching secara hibrida oleh manajemen ID FOOD. Forum bisnis ini dipantau ketat dan diikuti oleh jajaran pejabat fungsi ekonomi serta sejumlah Kepala Perwakilan RI di luar negeri yang tersambung secara daring dari berbagai belahan dunia.
Menutup laporannya, koordinasi siber dan komunikasi intensif pasca-pertemuan ini diproyeksikan andal melahirkan capaian kerja sama dagang yang konkret, akuntabel, transparan, serta bersih dari potensi malafidat administrasi di lapangan.
sumber : Kemlu RI















