Wujudkan Kemandirian Energi dan Pangan, Kemenhut Cetak Agen Perubahan Lewat ToT Aren di Tomohon

Tomohon, PR Politik – Kementerian Kehutanan terus mempercepat langkah strategis dalam mendukung swasembada pangan dan energi nasional. Sebagai kelanjutan dari program sebelumnya di Garut, kementerian menggelar Training of Trainers (ToT) Aren tahap kedua yang berlangsung di Tomohon, Sulawesi Utara, pada 13-17 April 2026.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Data dan Informasi Kehutanan, Pusat Penyuluhan Kehutanan, serta Yayasan Masarang, dengan dukungan pendanaan dari FOLU Net Sink dan Pertamina. Pelatihan ini memfokuskan 15 peserta terpilih dari berbagai wilayah Indonesia untuk menguasai kemahiran teknis di lapangan.

Berbeda dengan tahap awal, ToT kali ini menitikberatkan pada aspek praktis yang komprehensif. Para peserta dibekali kemampuan teknis mulai dari inventarisasi pohon aren, teknik perkecambahan, hingga pembuatan biochar sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan.

Peserta juga berkesempatan meninjau langsung operasional pabrik gula Masarang serta mempelajari aplikasi teknologi tepat guna seperti pipanisasi dan tungku roket. Seluruh rangkaian ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada ketahanan pangan dan kemandirian energi.

Ketua Satgas Aren sekaligus Penasihat Utama Menteri Kehutanan Bidang Lingkungan dan Ekologi, Wilhelmus Theodorus Maria Smits atau Pak Willie, memimpin langsung jalannya pelatihan. Ia menekankan pentingnya peran penyuluh sebagai ujung tombak dalam menyebarkan ilmu yang didapat.

“Saya harap dengan adanya training of the trainers kali ini para penyuluh dapat mengajarkan kepada yang lainnya mengenai aren dan memelihara keberlanjutan program,” ujar Pak Willie pada penutupan acara.

Pendekatan berbasis lapangan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Rusni, penggiat aren asal Majene, merasa mendapatkan perspektif baru dalam mengelola potensi lokal di daerahnya.

Baca Juga:  Festival Pacu Jalur 2025 Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal

“Aren itu merupakan tanaman ajaib dan saya sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Sekarang saya mendapatkan ilmu baru entah dari lapangan maupun diskusi dengan teman-teman penyuluh lainnya mengenai banyak hal yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh saya,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Nawir yang mewakili unsur penyuluh menyebut pelatihan ini sebagai panduan teknis yang selama ini dibutuhkan untuk mengeksekusi kebijakan nasional di lapangan.

“Sebagai penyuluh, sudah semestinya kita mendukung program yang dibuat oleh Presiden Prabowo melalui implementasi Asta Cita kedua. Namun kita terkadang tidak mengetahui cara implementasi hal tersebut. Untungnya terdapat pelatihan ini yang menjadi panduan dasar kami di lapangan,” katanya.

Melalui program ini, Kementerian Kehutanan optimis para lulusan ToT akan mampu mempercepat terbentuknya ekosistem kemandirian energi berbasis aren yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.

sumber : Kemenhut RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru