Legislator Nasril Bahar Dorong SIG Optimalkan Akademi Jago Bangunan Lewat Skema TJSL

Anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar, mendorong PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) untuk mengoptimalkan program “Akademi Jago Bangunan” sebagai langkah strategis dalam memperkuat loyalitas pasar sekaligus meningkatkan edukasi tenaga konstruksi.

Usulan tersebut disampaikan Nasril dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama jajaran direksi SIG di Senayan, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, program Akademi Jago Bangunan memiliki nilai strategis karena menyasar langsung para pekerja konstruksi, mulai dari tukang hingga kepala bangunan, yang selama ini menjadi pengguna utama produk semen.

“Ini kan pendidikan. Artinya, tidak menggerus beban pemasaran. Bisa diambil dari program TJSL,” ujar Nasril.

Ia menilai, pendekatan berbasis pelatihan dan pembinaan tersebut lebih efektif dibandingkan strategi promosi konvensional seperti pemasangan billboard. Melalui program tersebut, para pekerja konstruksi dinilai akan memiliki kedekatan emosional dengan produk SIG.

“Tidak mungkin tukang yang pakai baju Semen Indonesia, tapi yang diaduk semen lain. Pasti dia pakai produk Semen Indonesia,” katanya.

Nasril juga mendorong agar program ini diperluas ke berbagai daerah, serta melibatkan anggota Komisi VI DPR RI di daerah pemilihan masing-masing. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat memperluas jangkauan program sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya memastikan penggunaan anggaran tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kita lihat kisi-kisinya, sepanjang tidak menyalahi aturan, saya pikir bisa dialokasikan ke program pendidikan melalui TJSL,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nasril berharap program Akademi Jago Bangunan dapat menjadi salah satu strategi SIG dalam mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di industri semen nasional, di tengah ketatnya persaingan harga serta tekanan biaya produksi.

Ia pun menegaskan dukungan Komisi VI DPR RI terhadap berbagai langkah inovatif yang dilakukan perusahaan, selama tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Baca Juga:  Legislator PKS Ateng Sutisna Minta Pemerintah Kaji Ulang WFH 1 Hari untuk Tekan Konsumsi BBM

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru