Jakarta, PR Politik (30/11) – Menyambut libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik (Kunsfik) ke PT Angkasa Pura Indonesia di Kota Tangerang, Banten. Kunjungan ini bertujuan memastikan pelayanan transportasi udara berjalan optimal selama periode liburan, terutama dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, menekankan pentingnya kenyamanan dan keselamatan dalam layanan transportasi udara. Ia mengingatkan bahwa koordinasi antara maskapai penerbangan, seperti Garuda Indonesia, dan AirNav Indonesia terkait navigasi penerbangan sangat krusial, terutama mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu di akhir tahun.
“Faktor cuaca bisa berdampak pada delay pesawat. Harus ada mitigasi-mitigasi yang disiapkan,” ujar Eko saat meninjau kesiapan PT Angkasa Pura Indonesia, Jumat (29/11/2024).
Selain itu, Eko menyoroti pentingnya keramahan dalam pelayanan publik. Ia mengapresiasi upaya penambahan 14 ribu petugas front liner untuk mendukung pelayanan.
“Saya harap mereka yang bertugas tetap sumeh dan senyum, karena ini bagian dari budaya kita sekaligus bentuk pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tegas politisi Fraksi PAN tersebut.
Baca Juga: Amin Ak Menentang Larangan Penggunaan BBM Bersubsidi oleh Pengemudi Ojol
Terkait infrastruktur, Eko menekankan perlunya pembenahan landasan pacu (runway) di Bandara Soekarno-Hatta untuk mengurangi potensi keterlambatan penerbangan.
“Potensi keterlambatan runway yang selalu terjadi dalam 10-15 menit harus ditekan. Dengan pengoperasian runway untuk take-off dan landing, kenyamanan masyarakat dapat lebih terjamin,” ujarnya.
Eko berharap perubahan signifikan tidak hanya difokuskan untuk persiapan Nataru, tetapi juga untuk periode Lebaran mendatang. Ia menyoroti pembaruan yang mulai dilakukan di Terminal 2 dan Terminal 3 sebagai langkah positif dalam meningkatkan kualitas layanan bandara.
“Harapannya, ke depan akan ada lebih banyak pembaruan yang signifikan untuk menjamin kelancaran transportasi udara di Indonesia,” pungkasnya.
Sumber: dpr.go.id















