Perkuat Diplomasi Maritim Lewat Soft Power, Kemlu RI dan Undip Bedah Sejarah Kedaulatan Laut Indonesia

Semarang, PR Politik – Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) bersinergi dengan Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan program Public Diplomacy Goes to Campus yang dirangkaikan dengan pemutaran film dokumenter “12 Mile: Guiding the Archipelago”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi kebijakan luar negeri di kalangan mahasiswa, khususnya mengenai diplomasi maritim berbasis soft power guna menjaga kedaulatan dan hukum laut Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 183 sivitas akademika dari berbagai fakultas yang antusias mendalami peran strategis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Wakil Rektor Universitas Diponegoro dalam sambutan pembukaannya menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam mendukung diplomasi maritim melalui pengembangan riset, inovasi, dan penguatan kapasitas SDM. Hal ini selaras dengan upaya membangun narasi global yang mampu memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI menegaskan bahwa menjaga kedaulatan tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga melalui komunikasi yang efektif kepada dunia.

“Kedaulatan maritim tidak hanya dijaga, tetapi juga perlu dinarasikan guna membangun kesadaran dan dukungan publik,” ujar Dirjen IDP di hadapan para mahasiswa.

Puncak kegiatan ditandai dengan pemutaran film “12 Mile: Guiding the Archipelago”. Film tersebut mengangkat sejarah perjuangan intelektual Prof. Mochtar Kusumaatmadja dalam memperjuangkan konsep Negara Kepulauan (Archipelagic State) hingga akhirnya diakui secara internasional dalam Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982.

Melalui diskusi bersama produser film, mahasiswa didorong untuk memahami relevansi konsep tersebut terhadap ketahanan nasional dan konektivitas global saat ini. Mahasiswa diharapkan menjadi aktor diplomasi masa depan yang mampu membangun citra Indonesia yang dihormati di dunia.

Di sela kunjungan kerjanya di Semarang, Dirjen IDP juga melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah serta Ketua Dekranasda Jawa Tengah. Pertemuan tersebut membahas optimalisasi potensi soft power daerah untuk mendorong promosi global dan investasi.

Baca Juga:  Perkuat Daya Saing Sepatu Ciomas, Kemenperin Dorong Regenerasi dan Digitalisasi IKM Alas Kaki

Kemlu RI menekankan pentingnya diplomasi ekonomi kreatif melalui penguatan kualitas dan storytelling pada produk UMKM dan kriya. Dengan narasi produk yang kuat, daya saing ekonomi daerah diharapkan dapat meningkat signifikan di pasar internasional, sekaligus memperluas jangkauan promosi kebudayaan Indonesia secara global.

sumber : Kemlu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru