Jakarta, PR Politik – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menggelar prosesi penghormatan dan pelepasan jenazah almarhum Prof. Dr. Juwono Sudarsono pada Minggu (29/3). Upacara yang berlangsung khidmat di Ruang Hening Kemhan ini dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Donny Ermawan Taufanto, sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas jasa besar almarhum bagi kedaulatan negara.
Rangkaian upacara diawali dengan laporan perwira upacara, penghormatan terakhir kepada jenazah, hingga prosesi penyerahan dari pihak keluarga kepada pemerintah yang diiringi tradisi kemiliteran.
Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), turut hadir untuk menyampaikan duka cita mendalam. SBY mengenang almarhum sebagai pemikir cemerlang yang memiliki peran historis dalam memodernisasi postur pertahanan Indonesia serta memperkuat diplomasi di kancah internasional.
Menurut SBY, Juwono Sudarsono adalah tokoh kunci yang berhasil menyatukan perspektif sipil dan militer dalam satu visi pertahanan yang solid. Kontribusinya dinilai sangat penting dalam mendorong profesionalisme TNI serta memperkuat supremasi sipil dalam sistem ketatanegaraan.
Lahir di Ciamis, Jawa Barat, Prof. Juwono Sudarsono mencatatkan sejarah sebagai tokoh sipil pertama yang dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Latar belakang akademisnya sangat mentereng, dengan riwayat pendidikan di institusi elit dunia seperti Universitas Indonesia, University of California Berkeley, hingga London School of Economics.
Dalam perjalanan pengabdiannya, almarhum tercatat pernah mengemban berbagai jabatan strategis, di antaranya:
-
Menteri Pertahanan (dua kali masa jabatan).
-
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
-
Duta Besar RI untuk Inggris.
Setelah prosesi di Kementerian Pertahanan, jenazah diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata untuk dimakamkan. Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Kepergian Prof. Juwono Sudarsono meninggalkan warisan pemikiran yang mendalam bagi dunia hubungan internasional dan pertahanan Indonesia. Prosesi pemakaman tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, tokoh nasional, serta kerabat dekat yang memberikan penghormatan terakhir bagi sang begawan yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan bangsa.
sumber : Kemhan RI















