Jakarta, PR Politik – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan implementasi energi bersih dan terbarukan guna menjamin akses energi yang merata di seluruh pelosok Indonesia. Dalam Rapat Terbatas di Istana Negara, Kamis (6/3), Kepala Negara secara khusus menekankan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk desa, sekolah, hingga wilayah terpencil.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa fokus pemerintah kini tertuju pada target ambisius penambahan kapasitas energi baru terbarukan.
“Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden yang pembahasannya ada lebih pada implementasi energi bersih dan terbarukan. Di dalamnya termasuk kaitannya dengan 100 gigawatt untuk PLTS, kemudian energi baru terbarukan,” ujarnya di Istana Negara.
Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi yang dikomandani langsung oleh Bahlil Lahadalia. Pembentukan Satgas ini bertujuan ganda: mempercepat pemanfaatan energi ramah lingkungan sekaligus memangkas beban subsidi listrik yang berasal dari bahan bakar fosil.
“Sudah barang tentu ini orientasinya adalah transisi energi bisa kita lakukan cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi. Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD, diesel, ke PLTS itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik,” tambahnya.
Selain sektor pembangkit, transisi energi juga menyasar sektor transportasi. Presiden meminta Kementerian ESDM mengoptimalkan program konversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) ke tenaga listrik. Pemerintah menargetkan konversi sebanyak 120 juta unit sepeda motor dalam kurun waktu 3 hingga 4 tahun ke depan.
“Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insyaallah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi,” sebutnya.
Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau terpencil melalui skema PLTS off-grid, sehingga pelayanan energi dapat menjangkau daerah yang selama ini sulit diakses.
sumber : ESDM RI















