New York, PR Politik – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, di New York pada Senin (16/2). Pertemuan strategis ini menjadi langkah awal sebelum Indonesia menyampaikan suaranya dalam Sidang Dewan Keamanan PBB terkait situasi di Timur Tengah pada Rabu mendatang.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Menlu Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tetap berdiri tegak di sisi Palestina dengan komitmen mencapai perdamaian melalui visi Solusi Dua Negara.
Fokus utama pembahasan keduanya adalah implementasi Resolusi DK PBB 2803 (2025), terutama mengenai pembentukan Board of Peace dan rencana pengerahan International Stabilization Force (ISF) di wilayah Gaza. Riyad Mansour menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki otoritas moral dan sejarah untuk mengawal inisiatif tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Menlu Sugiono menyatakan kesiapan militer dan kemanusiaan Indonesia untuk terjun langsung ke lapangan jika mandat internasional telah ditetapkan.
“Kami siap berkontribusi lebih jauh, termasuk mempersiapkan kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, yang dapat diawali dengan bantuan kesehatan dan rekonstruksi,” ujarnya.
Menlu Sugiono juga menyampaikan agenda penting Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dijadwalkan menghadiri pertemuan Board of Peace di Washington D.C. minggu ini. Indonesia akan bersinergi dengan negara-negara dalam “Kelompok 8″—yang terdiri dari Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan—untuk menekan laju konflik.
Keterlibatan aktif Indonesia ini dipandang oleh Riyad Mansour sebagai kelanjutan dari semangat Dasasila Bandung 1955 yang menentang penjajahan. Menlu Sugiono menegaskan bahwa gerak diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo bertujuan untuk memastikan keadilan bagi rakyat Palestina.
“Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil selaras dengan Piagam PBB dan upaya multilateral yang ada, guna membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” pungkasnya.
sumber : Kemlu RI















