Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, meminta Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan (Satgas Saber Pangan) 2026 bekerja secara maksimal guna mencegah praktik kecurangan maupun penimbunan bahan pangan yang berpotensi merugikan masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan nasional.
Rajiv menegaskan, setiap momen hari besar keagamaan umumnya diikuti peningkatan permintaan pangan. Namun, kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oknum tertentu dengan melakukan penimbunan stok, sehingga pasokan di pasar terganggu dan harga melonjak secara tidak wajar.
“Saya minta satgas mampu sapu bersih dan menjaga stabilitas pasokan, serta menghentikan praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang membuat masyarakat resah karena harga-harga naik secara tidak wajar,” ujar Rajiv dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Berkaca dari pengalaman sebelumnya, ia menilai keberadaan Satgas Saber Pangan terbukti efektif menekan praktik spekulasi serta pelanggaran distribusi yang berdampak pada kenaikan harga di pasar. Operasi penggerebekan gudang penimbunan hingga pemberian sanksi kepada pedagang curang dinilai mampu menjaga stabilitas harga pangan.
“Selama ini keberadaan satgas seperti Saber Pangan ini mampu mencegah lonjakan harga yang tidak wajar dengan menggerebek gudang penimbunan maupun memberi sanksi tegas pedagang curang,” jelasnya.
Karena itu, Rajiv mendorong agar Satgas Saber Pangan lebih aktif melakukan pengawasan langsung di lapangan, termasuk melakukan penindakan terhadap gudang penimbunan dan menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Selain langkah penindakan, Rajiv juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan stok pangan strategis melalui penguatan cadangan pangan pemerintah. Ia menilai distribusi pangan perlu dipercepat, terutama ke wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan pasokan.
“Agar stabilitas harga pangan dapat terjaga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, pemerintah tetap harus melakukan pemetaan, memperkuat cadangan pangan, dan mempercepat distribusi, terutama ke daerah-daerah rawan seperti lokasi bencana atau wilayah 3T,” kata Rajiv.
Lebih lanjut, Rajiv menekankan pentingnya transparansi data stok dan harga pangan secara real-time. Menurutnya, keterbukaan data menjadi kunci agar pemerintah dapat merespons setiap gejolak harga secara cepat, tepat, dan terukur demi melindungi kepentingan masyarakat luas.















