IIMS 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Otomotif, Menperin Targetkan Penjualan 850 Ribu Unit

Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sebagai katalisator utama dalam mempercepat pemulihan dan transformasi industri otomotif nasional. Langkah ini diambil di tengah performa positif sektor manufaktur yang terus menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa industri pengolahan non-migas nasional tumbuh 5,17 persen sepanjang 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor otomotif sendiri kini diperkuat oleh 41 pabrikan mobil dengan kapasitas 2,59 juta unit per tahun, serta 82 pabrikan roda dua dengan kapasitas 11,2 juta unit per tahun.

“Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/2).

Meski pasar domestik sempat mengalami kontraksi pada 2025 dengan penjualan ritel sebanyak 833.712 unit, Kemenperin optimistis tahun 2026 akan menjadi tahun stabilisasi. Target penjualan mobil nasional dipatok pada angka 850 ribu unit, atau naik sekitar 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme ini didorong oleh kuatnya kinerja ekspor yang tumbuh 9,7 persen menjadi 518.212 unit pada 2025.

Sorotan utama dalam transformasi ini adalah lonjakan signifikan kendaraan elektrifikasi. Penjualan mobil listrik berbasis baterai meroket dari 43.194 unit di tahun 2024 menjadi 103.931 unit pada 2025. Secara total, kendaraan ramah lingkungan kini menguasai 21,8 persen pasar otomotif nasional.

Pemerintah juga terus memperkuat ekosistem dari hulu ke hilir, termasuk pengoperasian pabrik sel baterai 10 GWh dan investasi pengembangan baterai senilai USD5,9 miliar yang diprediksi memberikan nilai tambah ekonomi hingga USD48 miliar.

“Kami berharap penyelenggaraan IIMS 2026 dapat menjadi katalis penting mempercepat pemulihan sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan industri otomotif nasional, serta menjadi ruang strategis bertemunya berbagai inisiatif untuk memperkuat kepercayaan konsumen, memperluas adopsi kendaraan ramah lingkungan, serta menstimulasi peningkatan investasi dan inovasi di sektor otomotif,” tutupnya.

Baca Juga:  Wamenhan Terima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Atas LK Kemhan & TNI TA 2024

Dengan rasio kepemilikan mobil yang masih berada di angka 99 unit per 1.000 penduduk, pemerintah meyakini potensi pasar domestik masih sangat luas untuk dikembangkan melalui berbagai insentif fiskal dan penguatan rantai pasok global.

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru