Bandung Barat, PR Politik – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan dukungan masif untuk menangani dampak bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga Minggu malam (1/2), belasan alat berat dan berbagai fasilitas sanitasi darurat telah dioperasikan di lokasi guna mempercepat evakuasi korban yang tertimbun.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah membuka akses jalan yang terputus serta mendukung tim pencari di area terdampak.
“Kami akan terus berada di lapangan dan memastikan seluruh peralatan bekerja optimal sampai proses evakuasi dan penanganan darurat selesai. Kementerian PU berkomitmen hadir untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam situasi sulit seperti ini,” tegasnya.
Kementerian PU membagi kekuatan alat berat ke dalam dua zona utama, yaitu Area A1 dan A2, guna mengefektifkan pencarian korban yang dilakukan bersama Basarnas.
Berikut adalah rincian alat berat yang telah dikerahkan:
-
BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat: Mengoperasikan 8 unit excavator (6 unit PC 75 dan 2 unit PC 200) di Area A2.
-
BBWS Citarum: Menerjunkan 5 unit excavator (2 unit PC 55 dan 3 unit PC 200) di Area A1.
-
BBWS Cimanuk–Cisanggarung: Menambah 1 unit excavator mini PC 55 untuk membantu Area A1.
Selain alat berat, tim juga menyiagakan pompa air (alkon) untuk membersihkan material lumpur serta mobil tangki air guna menjamin ketersediaan air bersih bagi tim evakuasi dan warga.
Untuk menunjang kebutuhan 158 warga terdampak, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat telah menyediakan infrastruktur dasar di titik pengungsian. Fasilitas ini mencakup 10 unit hidran umum, 7 unit toilet portabel, serta tenda hunian darurat.
Berdasarkan data terbaru dari Basarnas, dari total korban yang ada, sebanyak 78 orang telah berhasil diselamatkan, sementara petugas masih berupaya mencari 6 orang lainnya yang dilaporkan hilang. Kementerian PU terus menjalin koordinasi ketat dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh proses penanganan bencana berjalan aman dan terkendali.
sumber : Kemenpu RI















