Mentan Amran Salurkan Santunan Rp1 Miliar bagi Keluarga Prajurit Marinir Gugur di Cisarua

Jakarta, PR Politik – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambangi Markas Besar Korps Marinir (Mabes Marinir), Cilandak, Jakarta Selatan, untuk menyerahkan santunan kepada keluarga prajurit yang gugur dalam tugas. Langkah ini merupakan bentuk empati mendalam atas tragedi longsor yang menimpa 23 prajurit Marinir di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1) lalu.

Dalam suasana penuh haru, Mentan Amran menyerahkan total bantuan sebesar Rp1 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk 23 keluarga korban serta santunan khusus bagi anak-anak yatim yang ditinggalkan.

“Di saat keluarga besar hampir separuh wafat dalam tugas dan peperangan, insyaallah syahid. Ini adalah bentuk kepedulian dari Kementerian Pertanian. Kami menyerahkan santunan Rp30 juta untuk 23 keluarga, dan bagi anak-anak yang ada jumlahnya tadi 15, masing-masing Rp20 juta. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1 miliar,” ujar Mentan Amran, Rabu (28/1).

Mentan Amran mengungkapkan bahwa kepeduliannya lahir dari latar belakang pribadinya sebagai putra seorang prajurit TNI berpangkat Sersan Mayor. Ia memahami betul risiko besar yang dihadapi setiap anggota TNI dalam menjalankan tugas negara.

“Ayah kami juga seorang prajurit dengan pangkat Sersan Mayor. Setiap ada penugasan, yang bisa kami lakukan hanya berdoa. Ada kalanya prajurit pulang hanya dengan nama, itu semua adalah takdir Allah,” ungkapnya dengan nada bergetar.

Selain bantuan materi, Mentan juga menawarkan dukungan jangka panjang berupa jaminan pendidikan bagi anak-anak prajurit serta peluang pemberdayaan ekonomi melalui lahan pertanian bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Suatu saat nanti, jika anak-anak ini ingin melanjutkan sekolah, entah kami masih di kabinet atau tidak, silakan hubungi kami. Anak-anak ini harus dijaga dengan baik. Doakan almarhum dalam setiap salat kita. Ini adalah jalan terbaik yang Allah berikan,” tambahnya.

Baca Juga:  Minerba Convex 2025 Digelar di Jakarta, Fokus pada Tambang Berkelanjutan dan Hilirisasi Mineral Kritis

Komandan Korps Marinir, Letjen TNI Endi Supardi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran dan perhatian Mentan Amran yang dinilai murni lahir dari ketulusan pribadi, bukan sekadar urusan birokrasi.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada Pak Menteri. Secara struktur tidak ada kewajiban, tetapi ini murni bentuk perhatian dan kasih sayang beliau kepada keluarga besar Marinir,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sosok Amran Sulaiman adalah teladan bagi keluarga besar TNI karena meskipun telah menduduki jabatan menteri, ia tetap menjaga hati nurani dan rasa hormatnya terhadap institusi militer.

“Beliau hadir, mengetuk hati kami. Beliau berasal dari trah TNI. Kami sangat berterima kasih. Sebesar apa pun uang, tentu tidak akan bisa menggantikan keluarga yang telah meninggal,” tegas Panglima Korps Marinir tersebut.

Penyerahan santunan ini menutup rangkaian aksi kemanusiaan Kementan terhadap korban bencana Cisarua, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan keluarga pengabdi negara yang telah memberikan pengorbanan tertinggi.

sumber : Kementan RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru