Kemenperin dan YBI Dorong Batik Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif dan Gaya Hidup Generasi Muda

Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI) terus berupaya menumbuhkembangkan industri batik nasional agar semakin relevan dengan zaman. Batik tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi kini kian diterima generasi muda sebagai bagian dari gaya hidup modern yang penuh kreativitas.

“Batik adalah contoh nyata bagaimana warisan budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi. Dengan memperkuat ekosistem batik nasional, kita bukan sekadar menjaga peninggalan leluhur, melainkan juga membangun fondasi ekonomi kreatif berbasis budaya yang mampu bersaing di tingkat global,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2025 di Museum Tekstil Jakarta, Kamis (2/10).

Menperin mencatat, fenomena penggunaan batik oleh generasi muda untuk fesyen sehari-hari membuka peluang strategis bagi industri untuk menghadirkan desain yang lebih segar dan memanfaatkan pemasaran digital. Fenomena ini menunjukkan batik semakin relevan dengan makna-makna budaya yang diwariskan, seperti harmoni, keberanian, dan kesabaran, sejak UNESCO menetapkannya sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2009.

Secara ekonomi, industri batik memberikan kontribusi besar dengan 5.946 industri yang tersebar di lebih dari 200 sentra produksi dan menyerap sekitar 200 ribu tenaga kerja.

“Nilai ekspor batik Triwulan I 2025 mencapai US$ 7,63 juta atau naik 76,2% dibandingkan tahun sebelumnya, dan pada Triwulan II 2025 masih tumbuh dengan capaian US$ 5,09 juta atau naik 27,2% dibandingkan periode sama 2024. Ini adalah kabar baik, tetapi sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing,” papar Menperin.

Meski demikian, industri batik menghadapi tantangan regenerasi; jumlah perajin turun dari 151 ribu pada 2020 menjadi sekitar 101 ribu di 2024.

Baca Juga:  Resmi Diaktivasi, Balai K3 Surabaya Siap Layani 1,4 Juta Perusahaan di Indonesia Timur

Menanggapi tantangan regenerasi, Kemenperin terus mendorong inovasi dan transformasi melalui pemanfaatan teknologi, seperti kompor listrik batik, katalog digital pewarna alami, mesin CNC motif digital, serta pengolahan limbah ramah lingkungan.

Upaya penguatan industri ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya Asta Cita ke-5 (“Mewujudkan kedaulatan ekonomi berbasis keunggulan sumber daya nasional”) dan Asta Cita ke-6 (“Memperkuat budaya bangsa”).

Perayaan HBN 2025 yang mengusung tema “Bangga Berbatik” berlangsung 2 Oktober–30 November 2025, dengan Batik Tulis Merawit Cirebon diangkat sebagai ikon setelah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis pada 2024. Kemenperin dan YBI juga menggandeng PT Rumah Mebel Nusantara (IKEA Indonesia) untuk menampilkan IKM batik binaan.

“Kami meyakini, keberhasilan membangun industri batik yang tangguh hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media,” ungkapnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru