Jakarta, PR Politik – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Pemerintah Jakarta Utara mengukuhkan 460 kader Gerakan Pilah Sampah (GPS) yang merupakan anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat RW. Inisiatif yang digagas bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara ini bertujuan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa gerakan ini adalah langkah penting untuk membangun budaya baru di masyarakat. “Kader GPS adalah pejuang lingkungan sekaligus agen perubahan. Tugas mereka tidak berhenti pada edukasi, tetapi juga menggerakkan perilaku masyarakat dari rumah ke rumah, dari RT ke RW, hingga menjadi gerakan bersama se-Jakarta Utara dan menjadi percontohan untuk wilayah lain di Indonesia,” ujar Menteri Hanif.
Berdasarkan data SIPSN 2024, Jakarta Utara menghasilkan lebih dari 1.396 ton sampah setiap hari, dengan kontribusi terbesar dari rumah tangga. Menteri Hanif menekankan peran keluarga dalam mengurangi sampah. “Jika setiap rumah tangga konsisten memilah sampah, maka ribuan ton sampah bisa diselamatkan dari TPA setiap tahun. Menurutnya, langkah sederhana ini merupakan awal penting menuju tercapainya target nasional Indonesia Bebas Sampah 2029,” tegasnya.
Lebih jauh, Menteri Hanif mendorong agar Gerakan Pilah Sampah berkembang menjadi bagian dari ekonomi sirkular. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah rumah tangga dapat bernilai ekonomis dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Walikota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri LH/Kepala BPLH atas kolaborasi dalam mendukung pengelolaan sampah. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Jakarta Utara akan mendukung penuh setiap program, termasuk pengukuhan 460 kader Gerakan Pilah Sampah.
“Kami berkomitmen untuk bersinergi dan memastikan program-program ini berjalan efektif di seluruh kelurahan, sehingga Jakarta Utara dapat menjadi contoh nyata dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” ujar Walikota Hendra.
KLH/BPLH optimis Jakarta Utara dapat menjadi kota percontohan dalam meningkatkan persentase rumah tangga yang memilah sampah, sekaligus model yang bisa direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.
sumber : Kemenlh RI















