H. Ajbar Soroti Lonjakan Harga Gabah, Dorong Penyesuaian HPP dan Ceiling Price

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN, H. Ajbar

Kediri, PR Politik – Lonjakan harga gabah yang mencapai Rp7.500 per kilogram memicu perhatian serius Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN, H. Ajbar. Ia menegaskan pemerintah perlu segera melakukan penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sekaligus memberlakukan harga pembelian tertinggi (ceiling price) untuk menjaga keseimbangan ekosistem pangan nasional.

Dalam kunjungan kerja Panitia Kerja Komisi IV DPR RI ke Kabupaten Kediri, Ajbar menyampaikan bahwa harga gabah kering panen (GKP) saat ini berada di kisaran Rp7.000–Rp7.500 per kilogram, jauh di atas HPP yang berlaku sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Ketidakseimbangan ini berisiko memukul penggilingan padi sekaligus memicu kenaikan harga beras di pasaran. Kita tidak bisa membiarkan harga bergerak liar tanpa batas,” tegas Ajbar.

Kondisi ini membuat penggilingan padi berada dalam posisi sulit: membeli gabah dengan harga tinggi, tetapi menjual beras dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ketat. Jika dibiarkan, produksi bisa terhenti dan pasokan beras nasional terganggu.

Menurut Ajbar, ketiadaan ceiling price menjadi salah satu penyebab tekanan pasar.

“Ceiling price akan menjaga keseimbangan pasar sehingga petani terlindungi, penggilingan tetap beroperasi, dan konsumen mendapatkan harga wajar,” jelasnya.

Harga gabah yang tinggi berdampak langsung pada harga beras di pasaran. Ajbar menekankan pentingnya intervensi cepat, salah satunya melalui percepatan penyaluran bantuan pangan non-tunai sebesar Rp300.000 kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Dengan bantuan yang tepat waktu, daya beli masyarakat tetap terjaga dan gejolak harga bisa diredam,” ujarnya.

Ajbar menilai permasalahan harga gabah dan beras harus diselesaikan secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga distribusi. Ia mengajak pemerintah, DPR, penggilingan padi, dan kelompok tani duduk bersama menyusun kebijakan berkelanjutan.

“Tanpa harga yang adil, petani dan pelaku usaha akan kehilangan motivasi. Pada akhirnya, konsumen yang paling dirugikan,” kata Ajbar.

Baca Juga:  Junico Siahaan Kecam Aksi Separatis di Forum PBB, Desak Pemerintah Bertindak Tegas

Situasi pasar yang fluktuatif menuntut pemerintah bergerak cepat. Penyesuaian HPP dan pemberlakuan ceiling price diyakini Ajbar sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

“Pemerintah harus bergerak cepat agar rantai pasok tetap berjalan, produksi terjaga, dan masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga,” pungkasnya.

Sumber: fraksipan.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru