Prabowo Subianto Tekankan Peran Bisnis dan Teknologi dalam APEC CEO Summit

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi pembicara utama dalam APEC CEO Summit yang digelar di National Grand Theater Peru pada Kamis (14/11) | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik (18/11) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi pembicara utama dalam APEC CEO Summit yang digelar di National Grand Theater Peru pada Kamis (14/11). Dalam pidatonya, Presiden menyoroti pentingnya peran sektor bisnis dan wirausahawan sebagai motor utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mewujudkan perdamaian serta kesejahteraan global.

Presiden Prabowo mengawali pidatonya dengan mengapresiasi undangan tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi komunitas bisnis memiliki peran vital dalam menggerakkan perekonomian dan mengurangi kemiskinan.

“Tanpa partisipasi aktif dari sektor ekonomi, kita tidak bisa mencapai pertumbuhan dan kesejahteraan,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyoroti kawasan Pasifik sebagai wilayah dengan dinamika dan potensi besar, baik dari segi teknologi, demografi, maupun sumber daya alam. Meskipun menghadapi tantangan geopolitik, ia optimistis bahwa kekuatan besar dunia akan memilih jalur kolaborasi untuk kepentingan bersama.

“Terobosan teknologi luar biasa menuntut para pemimpin untuk lebih bijaksana, sabar, dan akomodatif. Teknologi bisa membawa kemajuan signifikan bagi manusia, tetapi juga berpotensi menghancurkan kehidupan dengan sangat cepat,” ungkapnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Penghargaan Tertinggi “Grand Cross of the Order of the Sun of Peru” dari Peru

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan kebijakan Indonesia untuk mencapai swasembada energi hijau. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam energi terbarukan, termasuk panas bumi, yang diklaim sebagai terbesar di dunia.

“Kita dapat menggantikan bahan bakar fosil dengan energi terbarukan. Saya kira 60 persen potensi energi panas bumi dunia ada di Indonesia,” ujarnya.

Presiden juga membahas potensi kerja sama dengan Peru, menekankan keberhasilan Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekonomi meskipun menghadapi pandemi COVID-19. Dengan tingkat inflasi hanya 2 persen, Indonesia terus mendorong stabilitas ekonomi sambil membuka peluang investasi bagi pelaku bisnis asing.

Baca Juga:  Nabil Husien Desak Kejagung Usut Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi di Kaltim

Prabowo turut menjelaskan reformasi dalam sektor kesehatan dan pendidikan, termasuk membuka peluang bagi universitas dan rumah sakit asing untuk beroperasi di Indonesia. Ia menambahkan bahwa kawasan ekonomi khusus akan diperluas untuk menarik teknologi canggih dan investasi dalam sektor maritim serta perikanan.

“Tiga perempat wilayah Indonesia adalah perairan dengan potensi besar untuk perikanan, akuakultur, dan industri pengolahan. Kami berkomitmen melakukan hilirisasi dan mengolah sumber daya kami secara mandiri,” tegasnya.

Presiden mengakhiri pidatonya dengan mengundang pelaku bisnis di kawasan Pasifik untuk berinvestasi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa perdamaian hanya bisa dicapai melalui dialog dan keterlibatan aktif.

“Indonesia terbuka untuk lebih banyak bisnis. Saya bertekad melindungi setiap investasi untuk menciptakan kondisi ekonomi yang menguntungkan dan mendorong kesejahteraan bersama,” tutup Prabowo.

 

Sumber: setneg.go.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru