Netty Prasetiyani: Integrasi Klinik dan Apotek Desa ke Kopdes Merah Putih Harus Disertai Perencanaan dan Juknis Jelas

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, menyambut baik inisiatif pengintegrasian klinik dan apotek desa ke dalam Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menurutnya, kebijakan ini berpotensi memperkuat pelayanan dasar masyarakat secara lebih inklusif dan mandiri, asalkan dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan pelibatan multipihak.

“Ini inisiatif yang menarik dan strategis karena dapat menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses sekaligus memberdayakan ekonomi desa melalui koperasi. Hal itu dapat terwujud jika dilakukan dengan perencanaan yang matang dan pelibatan multipihak,” ujar Netty dalam keterangan persnya, Kamis (10/7/2025).

Politisi PKS ini menegaskan bahwa pelayanan kesehatan menyangkut keselamatan jiwa sehingga tidak bisa dikelola sembarangan. Ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan kepastian hukum dalam pelaksanaan program.

“Pelayanan kesehatan menyangkut keselamatan jiwa, sehingga harus tetap berpegang pada standar medis dan etika profesi,” ujarnya.

Menurut Netty, pengelolaan klinik dan apotek tidak bisa hanya berpijak pada semangat gotong royong ekonomi desa. Kualitas layanan, ketersediaan tenaga kesehatan, serta kepatuhan terhadap regulasi farmasi dan sistem perizinan juga harus dijamin.

Untuk itu, ia mendesak Kementerian Kesehatan dan Kementerian Koperasi segera menyusun petunjuk teknis (juknis) yang jelas dan terukur, guna mencegah tumpang tindih pelaksanaan di lapangan.

“Harus ada SOP yang memastikan layanan kesehatan berjalan sesuai ketentuan, termasuk integrasi layanan dengan BPJS Kesehatan. Jangan sampai ada kebingungan peran atau kerancuan dalam distribusi obat dan penanganan pasien,” imbuhnya.

Menyoroti persoalan klasik di desa, yakni ketersediaan tenaga kesehatan, Netty menilai perlunya skema penugasan khusus serta pemberian insentif agar pelayanan tetap berjalan optimal. Ia juga mendorong pelatihan kader lokal dan kerja sama dengan institusi pendidikan tenaga kesehatan sebagai langkah strategis.

Baca Juga:  Legislator Demokrat Hinca Panjaitan Dorong Penghentian Kasus Guru Honorer Jambi

“Kalau ingin menjadikan desa sebagai sentra layanan kesehatan yang mandiri, maka penempatan nakes, pelatihan kader lokal, dan kolaborasi dengan institusi pendidikan kesehatan menjadi kunci,” katanya.

Netty berharap 103 titik proyek percontohan Kopdes Merah Putih dapat menjadi model yang inklusif, terukur, dan berkelanjutan. Ia menggarisbawahi pentingnya partisipasi masyarakat dalam seluruh tahapan pelaksanaan.

“Semangat koperasi itu adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Akuntabilitas dan partisipasi warga desa harus menjadi roh utama program ini,” tutup Netty.

Sumber: fraksi.pks.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru