Alex Indra Dukung Swasembada Pangan, Soroti Perbedaan Target Produksi dan Kecilnya Anggaran Irigasi

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Usulan pagu indikatif Kementerian Pertanian (Kementan) sebesar Rp44,64 triliun untuk tahun anggaran 2026 mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra. Dalam Rapat Kerja bersama Kementan di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025), Alex menyatakan dukungannya terhadap cita-cita pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, namun menegaskan bahwa konsistensi kebijakan anggaran adalah kunci keberhasilan.

“Untuk mencapai itu, tentu salah satu indikasinya adalah politik anggaran,” tegas Alex dalam forum rapat kerja tersebut.

Alex mengungkapkan adanya ketidaksinkronan antara target produksi yang disusun oleh Kementan dengan target yang ditetapkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Menurutnya, hal ini cukup mengejutkan karena perbedaan angkanya cukup signifikan.

“Ini memang agak mengejutkan ya, bahwa ada perbedaan target sebenarnya. Untuk target produksi padi contohnya, Bappenas itu menargetkan 54,85 juta ton untuk tahun 2026, sementara target dari Kementan sendiri itu adalah 33,8 juta ton,” jelasnya.

Ia menyoroti bahwa selisih target tersebut tidak sebanding dengan alokasi anggaran yang diajukan oleh Kementan.

“Apa yang ditargetkan oleh Kementan hanya ada untuk anggaran senilai Rp44 triliun, sementara Bappenas menargetkan lebih, lho. Oleh karena itu, saya pikir karena ini kan masih ada waktu, perlu dikaji kembali,” ujar Alex.

Ia mendorong agar kementerian terkait segera melakukan konsolidasi untuk menyatukan arah kebijakan dan menetapkan target produksi yang realistis serta didukung oleh anggaran yang memadai.

“Silakan pemerintah untuk berkonsolidasi, target mana yang mau dipakai. Dan tentu target ini harus didukung oleh anggaran. Kalau enggak, ya percuma kita bicara,” imbuhnya.

Alex juga menilai momentum konsinyasi yang tengah berlangsung sebagai kesempatan strategis untuk menyelaraskan kebijakan antar instansi.

Baca Juga:  Legislator Komisi V DPR Muhammad Lokot Nasution Desak Basarnas Edukasi Kesiapsiagaan Bencana ke Sekolah

“Mumpung ini kita konsinyasi, saya harapkan bisa kemudian apa yang mau disampaikan di masing-masing eselon satu, untuk kita berikan dukungan. Karena kita sangat mendukung cita-cita pemerintah untuk sebuah swasembada pangan. Untuk dukungan dari kami Komisi IV, apakah itu dukungan politik, ayo diselaraskan dengan Bappenas,” tegasnya.

Tak hanya itu, Alex turut menyoroti kecilnya alokasi anggaran untuk irigasi. Ia menyebut bahwa hanya terdapat 14 paket kegiatan irigasi dengan nilai total Rp60 miliar untuk seluruh Indonesia.

“Ini untuk Republik Indonesia, lho. Masa cuma Rp60 miliar, Pak?” ujarnya dengan nada kritis.

Dalam rapat yang sama, Alex juga mengangkat hasil kunjungan kerja Komisi IV ke Sumatera Barat bersama Ketua Komisi. Salah satu temuan pentingnya adalah potensi intensifikasi lahan melalui metode sawah berpokok murah, yang dinilainya sangat efektif karena membutuhkan modal rendah namun tetap produktif.

“Itu sawah dengan modal yang rendah sekali. Saya harapkan ini bisa menjadi program Kementerian Pertanian, karena ini akan meringankan biaya penanaman padi untuk petani,” katanya.

Menurut politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini, negara harus hadir dalam upaya meringankan beban biaya produksi petani, meskipun belum sepenuhnya mampu mensejahterakan mereka.

“Sehingga penghasilan mereka bisa bertambah,” pungkas Alex.

Sumber: emedia.dpr.go.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru