Legislator Komisi V DPR Muhammad Lokot Nasution Desak Basarnas Edukasi Kesiapsiagaan Bencana ke Sekolah

Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Lokot Nasution | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Lokot Nasution mendesak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas) untuk turun langsung ke sekolah-sekolah guna memberikan pendidikan kesiapsiagaan bencana kepada anak-anak. Menurutnya, edukasi sejak dini sangat penting agar anak mampu bersikap tanggap saat menghadapi situasi darurat.

Lokot mengaku prihatin karena dalam hampir setiap peristiwa bencana, kelompok anak-anak kerap menjadi korban terbanyak. Ia mencontohkan sejumlah bencana yang terjadi di wilayah Aceh dan Sumatera, di mana anak-anak menjadi kelompok paling rentan terdampak.

“Saya yakin sangat banyak (korban anak-anak pada bencana Aceh-Sumatera). Ini yang selalu saya mintakan kepada bapak (Kepala Basarnas) untuk tolong, materi SAR untuk anak-anak kita di sekolah,” ujar Lokot di ruang rapat Komisi V DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Menurut Lokot, jika Basarnas belum memiliki atau belum mampu membangun kantor Search and Rescue Education (SAE) di sejumlah daerah, maka langkah minimal yang harus dilakukan adalah memberikan pendidikan kebencanaan secara langsung kepada anak-anak di sekolah.

Ia menegaskan, Komisi V DPR RI akan terus mendorong penguatan kelembagaan dan kelengkapan sarana prasarana di sektor kebencanaan, termasuk di Basarnas dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kita tentu saja di Komisi V ini akan terus berupaya bagaimana menjadikan BMKG dan Basarnas ini memiliki kelengkapan yang ideal,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, pihaknya telah melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) dalam sebanyak 2.766 kejadian dengan total korban mencapai 16.996 orang.

Paparan tersebut disampaikan Syafii dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga:  Cucun Ahmad Syamsurijal Apresiasi Kontribusi Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 dalam Mencerdaskan Generasi Bangsa

“Sebanyak 2.766 operasi meliputi 4 operasi SAR kecelakaan pesawat udara, kecelakaan kapal 926 operasi SAR, 163 operasi terkait bencana, 1.591 operasi SAR kondisi membahayakan manusia dan 82 operasi terkait kecelakaan dengan penanganan khusus,” ujarnya.

Dari total kejadian tersebut, tercatat sebanyak 16.996 korban dengan rincian 13.579 orang berhasil diselamatkan, 2.698 orang meninggal dunia, serta 719 orang masih dinyatakan hilang.

Dalam kesempatan yang sama, Syafii juga menyoroti sejumlah operasi SAR yang menjadi perhatian publik. Beberapa di antaranya adalah kecelakaan pesawat latih PK-S126 di Kabupaten Bogor pada Agustus 2025, kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, bencana longsor di Kabupaten Pekalongan, serta operasi SAR akibat runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo.

Lebih lanjut, Syafii memaparkan capaian indikator keberhasilan evakuasi korban dalam operasi pencarian dan pertolongan. Dari target 98 persen pada tahun 2025, realisasi yang berhasil dicapai berada pada angka 95,46 persen.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru