Wapres Gibran Pantau Langsung Listrik Gratis di Nias, Komitmen Pemerataan Energi Wilayah 3T

Nias, PR Politik – Haru biru menyelimuti warga Desa Hilisebua, Kabupaten Nias, saat rumah mereka kini tak lagi gulita. Melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut akhirnya memiliki akses listrik sendiri, sebuah penantian panjang yang kini menjadi nyata.

Kebahagiaan ini dirasakan langsung oleh Bapak Sugi (59), warga Desa Hilisebua, yang selama ini hanya bergantung pada pelita redup. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa syukur atas bantuan cuma-cuma dari pemerintah tersebut.

“Kami sangat berterima kasih, listrik ini memang sangat kami butuhkan. Bantuan ini adalah kebaikan yang luar biasa bagi kami rakyat kurang mampu,” tuturnya usai penyalaan perdana BPBL, Minggu (21/12).

Momentum penyalaan listrik ini ditinjau langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot. Kehadiran Wapres di Desa Hilisebua, Kecamatan Sogae’adu, menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan pembangunan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Wapres Gibran menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan memastikan kebijakan pemerintah pusat benar-benar sampai ke tangan rakyat yang paling membutuhkan.

“Kehadiran saya di desa ini untuk memastikan program dalam memenuhi komitmen tersebut berjalan dan manfaat listrik benar-benar dirasakan warga, khususnya untuk menunjang aktivitas rumah tangga, pendidikan anak, serta rasa aman dan kenyamanan. Pemerintah akan terus berupaya semaksimal mungkin memastikan ketersediaan listrik di seluruh wilayah negeri sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup dan penguatan kesejahteraan rakyat,” jelas Wapres Gibran.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menambahkan bahwa program BPBL merupakan bentuk nyata keadilan sosial bagi rakyat kurang mampu agar mendapatkan akses energi tanpa dipungut biaya sepeser pun.

“Dengan BPBL, masyarakat khususnya yang kurang mampu, dapat menikmati akses listrik yang layak tanpa dikenakan biaya apapun, diharapkan taraf hidup masyarakat bisa meningkat dengan kehadiran listrik dan anak-anak bisa belajar pada malam hari,” tegas Yuliot.

Baca Juga:  Wamensos Ajak OKP Kawal Tiga Mandat Utama Presiden: Digitalisasi Data, Sekolah Rakyat, dan Bansos Tepat Sasaran

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Kabupaten Nias mencatatkan lonjakan penerima manfaat yang signifikan pada tahun 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya:

Tahun Jumlah Penerima (Rumah Tangga)
2022 46 RT
2023 65 RT
2024 30 RT
2025 467 RT

Secara total, Provinsi Sumatera Utara mendapatkan 3.500 sambungan BPBL pada tahun 2025. Kabupaten Nias menempati posisi kedua terbanyak di provinsi tersebut, tepat di bawah Kabupaten Tapanuli Utara yang menerima 1.292 sambungan.

Sebaran 467 rumah tangga penerima di Kabupaten Nias mencakup sembilan kecamatan, dengan usulan terbanyak berasal dari Kecamatan Bawolato (143 RT) dan Gido (108 RT). Bupati Nias, Ya’atulo Gulo, menyambut positif perhatian besar pemerintah pusat meski masih ada tantangan elektrifikasi di beberapa desa lainnya.

“Kami berkeyakinan bahwa program ini dapat memberikan akses yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas hidup kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nias,” pungkas Ya’atulo.

Melalui program ini, pemerintah berharap kehadiran listrik menjadi katalisator bagi ekonomi desa, keamanan wilayah, serta masa depan pendidikan anak-anak di pelosok Nias.

sumber : ESDM RI

Bagikan:

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru