Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsha oleh Israel

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid

Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, kembali menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi Masjid Al-Aqsha yang ditutup oleh otoritas Israel, sehingga umat Islam tidak dapat melaksanakan ibadah, termasuk salat Idulfitri.

“Penutupan berkepanjangan Masjid Al-Aqsha secara sepihak oleh Israel itu sangat melukai HAM umat Islam dan secara terbuka melanggar hukum internasional. Ini merupakan sejarah buruk, baru pertama kalinya dalam sejarah Masjid Al-Aqsha sepi. Setelah pada bulan Ramadan 1447 H umat Islam tidak diperbolehkan memakmurkan Masjid Al-Aqsha dengan sholat di dalam masjid, seperti sholat tarawih, sholat Jumat, dan i’tikaf. Bahkan kini hingga bulan Ramadan berakhir, sebagaimana disampaikan oleh Asosiasi Ulama Palestina dalam platform X, tentara Zionis Israel terus menutup Masjid Al-Aqsha, sehingga sholat Idulfitri pun tidak bisa diselenggarakan di Masjid Al-Aqsha,” disampaikan HNW melalui rilis di akhir Ramadan.

Hidayat yang juga anggota Komisi VIII DPR RI dari daerah pemilihan Jakarta II itu mengingatkan kontras situasi umat Islam di berbagai belahan dunia dengan kondisi di Masjid Al-Aqsha.

“Ketika gema takbir memenuhi angkasa dunia, ketika umat Islam secara internasional bersukacita berbondong-bondong ke masjid atau lapangan untuk sholat Idulfitri, tetapi Masjid Al-Aqsha dan area sekitarnya yang setiap Idulfitri biasanya juga penuh dengan gemuruh takbir dari ratusan ribu jemaah, pada hari raya Idulfitri besok akan sepi. Tidak ada kemeriahan dan syiar sholat Idulfitri di sana. Itu semua karena Zionis Israel terus menutup Masjid Al-Aqsha dengan mengabaikan tuntutan dan penolakan keras dari masyarakat internasional,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti berbagai respons dari komunitas internasional, termasuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab, Uni Afrika, Liga Muslim Dunia, hingga Dewan Masjid Indonesia (DMI), yang telah menyatakan penolakan atas penutupan tersebut. Bahkan, delapan Menteri Luar Negeri dari negara anggota OKI yang tergabung dalam Board of Peace (BOP) juga telah mengeluarkan pernyataan bersama yang menilai langkah tersebut melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia, serta berpotensi memperburuk ketegangan global.

Baca Juga:  Irsan Gading Tinjau Proyek Jargas Cisem & PLTU Batang: Dorong Transisi Energi dan Keadilan Akses Energi

Menurut HNW, situasi ini tidak dapat dilepaskan dari dinamika geopolitik yang lebih luas, termasuk konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat dengan Iran, yang dinilai menyita perhatian dunia internasional.

“Kekhawatiran banyak pihak bahwa Israel memanfaatkan gelar perang bersama AS menyerang Iran, yang menyita perhatian umat dan publik dunia, sebagai momentum untuk semakin memudahkan agendanya dalam penguasaan atas Masjid Al-Aqsha, baik secara pengelolaan maupun secara fisik, semakin mendapatkan pembenarannya,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sejarah, Hidayat kembali mengingatkan para pemimpin umat Islam, baik di tingkat internasional maupun nasional, untuk serius mengambil langkah dalam menyelamatkan Masjid Al-Aqsha.

Ia mengajak organisasi seperti OKI, Liga Arab, ormas Islam, ulama, serta tokoh umat Islam di seluruh dunia untuk memaksimalkan momentum Idulfitri dalam menunjukkan kepedulian terhadap nasib Masjid Al-Aqsha.

HNW juga mengimbau umat Islam untuk memperjuangkan pembukaan kembali Masjid Al-Aqsha sesuai dengan kapasitas masing-masing, serta tidak mengabaikan isu tersebut di tengah tuntutan penghentian konflik.

“Hal itu juga akan membuat mereka semakin leluasa mewujudkan agenda mendirikan klaim adanya Kuil atau Haikal Sulaiman di atas reruntuhan Masjid Al-Aqsha sebagai bagian dari perwujudan klaim negara Israel Raya. Itu juga berarti mengubur cita-cita menghadirkan negara Palestina,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya peran pihak-pihak yang memiliki otoritas, seperti OKI dan Yordania, dalam menjaga status dan keberlangsungan Masjid Al-Aqsha.

“Apalagi bila para pemimpin umat yang paling berkewenangan seperti OKI dan Yordania, mestinya mereka benar-benar efektif melaksanakan amanah menjaga dan menyelamatkan Masjid Al-Aqsha agar tindakan semena-mena Israel dapat diakhiri, dan Masjid Al-Aqsha dapat dibuka serta dibebaskan. Agar umat manusia dapat kembali kepada fitrah beragama yang damai. Dan Hari Raya Idulfitri besok adalah salah satu momentumnya,” tutupnya.

Baca Juga:  Jalal Abdul Nasir Ingatkan Pemerintah soal Risiko Transisi Energi tanpa Fondasi Kuat

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru