Bantul, PR Politik – Industri furnitur nasional terus membuktikan taringnya di kancah internasional sebagai sektor padat karya yang strategis. Terbaru, CV Kayu Manis, sebuah Industri Kecil dan Menengah (IKM) asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta, sukses melepas ekspor enam kontainer produk furnitur ke pasar Eropa, meliputi Spanyol, Italia, Prancis, hingga wilayah Reunion di Samudra Hindia pada 6 Februari 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh mengawal IKM furnitur agar mampu menguasai pasar lokal sekaligus bersaing secara global melalui berbagai program pendampingan yang inovatif.
“Kami juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengawal pengembangan industri furnitur dalam negeri yang inovatif dan mampu menjawab kebutuhan pasar dan sesuai dengan selera konsumen,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/2).
Sektor furnitur menyumbang 0,92 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas dengan nilai ekspor mencapai USD 1,67 miliar pada periode Januari–November 2025. Meskipun Amerika Serikat masih mendominasi pangsa pasar sebesar 54,6 persen, kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan pemerintah setempat menuntut Indonesia untuk segera melakukan diversifikasi pasar.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menjelaskan bahwa pemerintah kini tengah membidik pasar nontradisional untuk menjaga stabilitas kinerja ekspor nasional.
“Pemerintah terus mengambil langkah strategis melalui upaya diplomasi dan negosiasi perdagangan, serta mendorong perluasan pasar ekspor ke negara-negara nontradisional. Beberapa kawasan yang dinilai potensial antara lain Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, serta negara Asia seperti India dan Jepang,” jelasnya saat menghadiri pelepasan ekspor di Bantul.
Keberhasilan CV Kayu Manis menembus pasar Eropa tidak lepas dari dukungan Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan dari Kemenperin. Program ini memberikan potongan harga pembelian mesin hingga 45 persen untuk produk dalam negeri, yang terbukti meningkatkan efisiensi produksi pada lahan seluas 10.000 meter persegi milik perusahaan tersebut.
Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan, Afrizal Haris, menambahkan bahwa kunci utama daya saing IKM terletak pada kemampuan adaptasi desain. CV Kayu Manis kini fokus pada pengembangan furnitur kayu jati spesialisasi perlengkapan kamar mandi dan interior dengan konsep bongkar-pasang (knockdown).
“Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan furnitur yang praktis dan efisien, perusahaan ini mengembangkan produk knockdown furniture dengan kemasan ringkas (compact packaging) yang mendukung efisiensi penyimpanan dan transportasi, sekaligus memberikan fleksibilitas desain untuk ruang terbatas,” tutupnya.
sumber : Kemenperin RI















