Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem, Kemenperin Cetak Wirausaha Baru Sektor Pangan di Sleman

Sleman, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi penumbuhan wirausaha industri baru di kalangan masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Langkah strategis ini dilakukan melalui penguatan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan.

Sebagai bentuk aksi nyata, Kemenperin menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Pangan di Kabupaten Sleman, DIY, pada 14–16 April 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah membenahi aspek manajerial, kualitas produk, hingga strategi menembus pasar yang kompetitif.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen membangun ekosistem industri yang inklusif, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.

“Pemerintah berkomitmen memastikan setiap program penumbuhan wirausaha baru industri berjalan tepat sasaran melalui pemanfaatan data yang akurat dan terintegrasi, sehingga mampu mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri, khususnya bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (27/4).

Sektor IKM memiliki peran vital dalam struktur ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IKM mendominasi 99,79 persen dari total unit usaha industri nasional dan menyerap sekitar 65,52 persen tenaga kerja.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas pelaku IKM adalah kunci untuk mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan.

“Data tersebut menunjukkan bahwa sektor IKM merupakan tulang punggung bagi industri nasional yang memiliki peran penting dalam penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu memulai usaha, tetapi juga mengembangkan usahanya secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sekretaris Ditjen IKMA, Yedi Sabaryadi, memerinci bahwa kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang mendapatkan materi komprehensif selama tiga hari. Materi tersebut mencakup praktik pembukuan sederhana, perlindungan Kekayaan Intelektual (KI), pengembangan desain kemasan, hingga digital marketing melalui platform e-commerce.

Baca Juga:  Wamenhan RI Terima Kunjungan Komandan US INDOPACOM, Perkuat Kerja Sama Pertahanan di Indo-Pasifik

Selain pembekalan materi, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari tenaga ahli serta dukungan fasilitas berupa:

  • Starter kit produksi.

  • Bantuan operasional usaha.

  • Sertifikasi pelatihan.

Melalui program ini, Kemenperin berharap para wirausaha baru di Sleman dapat tumbuh menjadi pelaku usaha mandiri yang mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjadi solusi nyata bagi pengentasan kemiskinan di tingkat tapak.

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru