Targetkan Zero Waste dan Zero Accident, KLH Siapkan 57 Taman Nasional Sambut Pemudik Lebaran 2026

Jakarta, PR Politik – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) mematangkan persiapan layanan jasa lingkungan di kawasan konservasi menjelang libur Idulfitri 1447 Hijriah. Dengan total 57 Taman Nasional (TN) dan 145 Taman Wisata Alam (TWA) yang tersebar di seluruh Indonesia, pemerintah fokus pada aspek keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan ekosistem.

Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, menyatakan bahwa seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) telah diinstruksikan untuk memperketat pengamanan kawasan. Langkah ini diambil untuk mendukung arahan Menteri dan Wakil Menteri Kehutanan terkait prinsip wisata modern yang bertanggung jawab.

“Persiapan kami mengacu pada enam aspek utama, mulai dari pengaturan daya dukung daya tampung hingga penerapan pembayaran non-tunai (cashless payment). Kami ingin memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman wisata yang lancar dan aman. Penggunaan teknologi digital seperti booking online, terbukti signifikan mempercepat layanan di pintu masuk dan mengurangi kerumunan/kepadatan pengunjung, sehingga prinsip zero accident, dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga sebagai prioritas utama kami,” ujarnya di Jakarta.

Evaluasi tahun 2025 menunjukkan minat masyarakat terhadap wisata alam terus melonjak. Tercatat sebanyak 421.683 wisatawan memadati TN dan TWA dengan puncak kunjungan pada H+3 Lebaran, yang menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp15,8 miliar.

Gunung-gunung ikonik seperti Leuser, Ciremai, Rinjani, hingga Bukit Kaba tetap menjadi primadona bagi para pendaki. Selain pendakian, kawasan konservasi kini juga mulai digemari sebagai lokasi halalbihalal keluarga karena menawarkan suasana terbuka yang segar bagi generasi muda.

Demi menjaga daya dukung lingkungan, pemerintah memberlakukan kebijakan operasional khusus. Beberapa Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) akan tetap dibuka, namun sebagian lainnya ditutup berdasarkan pertimbangan keberlanjutan ekosistem. Informasi lengkap mengenai status buka-tutup lokasi wisata dapat diakses publik melalui tautan resmi https://bit.ly/odtwatahun2026.

Baca Juga:  Wamensos Minta Daerah Proaktif Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

KLH juga mengimbau para pemudik dan wisatawan untuk disiplin dalam mengelola sampah pribadi. Petugas di lapangan akan mengintensifkan patroli sampah guna mendukung gerakan zero waste dan memastikan tidak ada insiden (zero accident) selama masa libur panjang berlangsung.

sumber : Kemenhut RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru