Jakarta, PR Politik – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama para champion cabai meluncurkan Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta. Langkah intervensi ini dilakukan secara masif guna menekan harga cabai rawit merah yang melonjak akibat tingginya permintaan pasar dan faktor jeda panen di sejumlah sentra produksi.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa stok cabai nasional sebenarnya dalam kondisi aman. Penambahan pasokan ke PIKJ ditargetkan akan terus dilakukan selama 30 hari ke depan untuk memastikan harga kembali stabil.
“Kenaikan harga saat ini lebih disebabkan oleh momentum peningkatan permintaan. Oleh karena itu, kita lakukan penambahan pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati agar harga kembali pada rentang kewajaran tanpa merugikan petani,” katanya dalam keterangannya, Rabu (18/2).
Operasi pasar ini melibatkan kolaborasi ketat antara Kementan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim Polri, serta pemerintah daerah. Pemerintah memastikan bahwa meskipun pasokan diguyur ke pasar, harga di tingkat petani tidak akan jatuh di bawah biaya produksi.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Agung Sunusi, menjelaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan kepentingan antara konsumen dan produsen.
“Kita pastikan suplai dari sentra produksi ke PIKJ dapat dikawal semua pihak. Stabilitas harga harus memberikan margin yang adil bagi petani sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya.
Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) menyatakan kesiapannya untuk menyokong langkah pemerintah. Ketua ACCI, Ardhy, menjamin bahwa produksi di wilayah sentra utama tetap berjalan normal dan siap dikirimkan ke ibu kota sebagai barometer harga nasional.
“Kami memastikan anggota ACCI siap memasok hasil panen ke Pasar Induk Kramat Jati. Prinsipnya, stok ada, produksi berjalan, dan kami berkomitmen menjaga harga tetap dalam koridor kewajaran,” ungkapnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan terus mengingatkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di mana fluktuasi harga sering terjadi.
“Pemerintah akan terus melakukan upaya sebaik mungkin. Targetnya jelas, petani untung, konsumen tersenyum,” ucapnya.
Kementan berkomitmen melakukan pemantauan harian terhadap arus distribusi cabai dari daerah asal menuju Jabodetabek. Melalui penguatan koordinasi lintas daerah ini, diharapkan tekanan harga di pasar-pasar turunan dapat segera mereda dalam waktu dekat.
sumber : Kementan RI















