Soroti Krisis Kepemimpinan, Eks Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani Hijrah ke Perindo Guna Sempurnakan Pengabdian

Makassar, PR Politik – Nama Abdul Hayat Gani bukanlah sosok baru bagi konstelasi masyarakat di Sulawesi Selatan (Sulsel). Selama puluhan tahun lamanya, tokoh senior ini tercatat telah mendonasikan dedikasinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) berprestasi di berbagai pos posisi strategis, baik dalam sirkuit pemerintahan daerah maupun instansi tingkat nasional.

Namun, ketika sebagian tokoh memilih untuk bersantai menikmati masa purnatugas, pria kelahiran Barru, 5 April 1965 ini justru mengambil langkah berani dengan membuka babak baru dalam hidupnya. Ia resmi membanting setir terjun bebas ke panggung politik praktis dengan landasan keyakinan bahwa draf perubahan sosial yang lebih luas mutlak membutuhkan ruang perjuangan hibrida yang berbeda.

“Birokrat itu satu hal, tapi belum sempurna pengabdian saya. Saya ingin berbuat lebih luas dalam kegiatan kemasyarakatan. Ada krisis kepemimpinan, dan memperbaikinya hanya bisa lewat partai politik. Jadi saya masuk politik,” bongkarnya saat merefleksikan keputusannya kepada media massa, Senin (15/6).

Tekad kuat untuk mengikis krisis kepemimpinan tersebut menuntun langkah geopolitik Hayat untuk merapat dan berlabuh ke dalam barisan Partai Perindo. Keputusan ini diklaim lahir murni dari adanya kesamaan visi makro serta keyakinan ideologis bahwa partai politik wajib ditransformasikan menjadi draf senjata utama dalam mengawal dan memperjuangkan hak-hak ekonomi horizontal masyarakat.

“Saya cocok dengan visi dan misi Perindo. Saya ingin betul-betul berjuang dengan Perindo. Saya mau berjuang dari Sulsel untuk Indonesia,” urainya yang telah resmi dilantik memegang tongkat komando sebagai Ketua DPW Partai Perindo Sulsel sejak koridor 5 Februari lalu.

Memasuki sirkuit politik formal, mantan penjabat kepala daerah ini menggaransi bakal tetap memegang teguh draf prinsip integritas birokrasi, yakni menempatkan hajat hidup orang banyak sebagai target capaian tertinggi.

Baca Juga:  Memperkuat Silaturahmi Diantara Tokoh Bangsa, Nasdem Adakan Acara Buka Bersama

“Yang kita perjuangkan bukan jabatan, tapi kesejahteraan rakyat,” tegasnya melayangkan komitmen tertulis.

Guna memperkuat cengkeraman elektoral partai di Sulsel, Hayat langsung merumuskan draf target politik yang terukur dan kompetitif menuju Pemilu mendatang:

  • Mengunci minimal satu kursi anggota DPRD di setiap yurisdiksi kabupaten/kota se-Sulsel.

  • Membidik perolehan 3-4 kursi untuk level DPRD Provinsi, jumlah yang dinilai cukup untuk mengamankan satu fraksi mandiri secara utuh.

  • Menargetkan pengiriman dua delegasi kader terbaik menuju kursi DPR RI di Senayan.

Keputusan Abdul Hayat Gani dalam menggeluti sirkuit politik dinilai tidak mengejutkan bagi barisan kolega yang paham akan rekam jejaknya. Alumnus Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Lemhannas RI tahun 2013 ini tersohor mengantongi kepedulian sosial yang tinggi, humanis, serta memiliki tingkat kedisiplinan waktu yang sangat ketat di lapangan.

Di luar kesibukan memimpin konsolidasi mesin siber dan fisik partai, pria pencinta kuliner tradisional Pallu Mara (hidangan ikan kuah asam khas Sulsel) ini dikenal memiliki fondasi akademik yang sangat kokoh. Usai menamatkan draf sekolah di SMAN 1 Barru, ia berturut-turut merengkuh gelar sarjana di IKIP Ujung Pandang, magister di Universitas Gadjah Mada (UGM), hingga mengunci gelar doktor (S3) di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Portofolio mentereng tersebut disempurnakan oleh draf kelulusan Diklatpim Tingkat IV hingga Tingkat I di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta. Atas kesetiaan dan dedikasinya yang bersih dari catatan hitam hukum selama puluhan tahun mengabdi pada negara, ia sah dianugerahi penghargaan prestisius Satyalancana Karya Satya untuk masa pengabdian 10, 20, hingga 30 tahun langsung dari Presiden Republik Indonesia.

Menutup laporannya, pergeseran peran Abdul Hayat Gani dari meja birokrat menuju panggung politik mengirimkan pesan benderang tentang konsistensi pengabdian tanpa batas. Baginya, posisi Ketua DPW Perindo bukanlah draf tujuan akhir pencarian kekuasaan kosmetik, melainkan sarana hibrida paling efektif untuk menggerakkan perubahan ekonomi yang berkeadilan, akuntabel, serta bebas dari ego sektoral di Sulawesi Selatan dan Indonesia.

Baca Juga:  HUT ke-17 Gerindra: Refleksi Perjuangan dan Komitmen Mewujudkan Indonesia Makmur

sumber : Perindo

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru