Kota Kinabalu, PR Politik – Meskipun libur semester, Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Sabah, Malaysia, tetap ramai dikunjungi. Sekitar 700-an orang dari berbagai penjuru Sabah datang ke SIKK, yang menjadi pusat pembekalan dan pemberangkatan bagi 591 siswa penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) dan Yayasan. Mereka adalah bagian dari Program Generasi Maju Cinta Tanah Air (Gema Cita) 2025, yang memfasilitasi anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK/MA di Indonesia.
Anak-anak ini lahir dan dibesarkan di Malaysia, tempat orang tua mereka bekerja di ladang-ladang sawit. Mereka menuntaskan pendidikan SD dan SMP di SIKK atau di berbagai Community Learning Center (CLC) yang tersebar di Sabah dan Sarawak. SIKK dan CLC merupakan hasil kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk memberikan akses pendidikan formal bagi anak-anak PMI yang tidak bisa bersekolah di sekolah formal Malaysia karena isu perizinan tinggal. Hingga Mei 2025, jumlah siswa di SIKK dan CLC mencapai 22.442 orang.
Program Gema Cita secara informal sudah berjalan sejak 2013, berkat inisiatif para guru SIKK dan CLC yang membentuk lembaga nirlaba bernama Sabah Bridge (SB). Awalnya, program ini membantu siswa untuk melanjutkan sekolah di Indonesia secara mandiri. Sejak 2017, program ini dikelola lebih baik, melibatkan SIKK, Perwakilan RI di Kuala Lumpur dan Sabah, dan sebagian peserta mendapatkan beasiswa melalui jalur Adem dan Yayasan.
Pada 2025, Program Gema Cita diikuti oleh 847 alumni CLC SMP SIKK, CLC, dan SB di Malaysia, serta 11 orang dari Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). Mereka mengikuti serangkaian jadwal, mulai dari sosialisasi, pendaftaran, hingga seleksi yang ketat. Proses seleksi meliputi tes literasi, numerasi, psikologi, wawancara, uji bakat, tes keagamaan dan budi pekerti, serta tes kesehatan.
Sebelum diberangkatkan, para siswa dikumpulkan di SIKK untuk menerima pembekalan mengenai berbagai hal, seperti keragaman budaya Indonesia, etika bermedia sosial, bahaya narkoba, dan cara hidup di lingkungan baru. Pada 4–7 Juli 2025, mereka diberangkatkan secara bergelombang ke 100-an sekolah tujuan yang tersebar di 12 provinsi di Indonesia. Sebelum berangkat, mereka berteriak lantang dan kompak, “Kembalilah ke Indonesia Kita….”
Hingga kini, tercatat sebanyak 4.036 alumni SIKK-CLC telah berhasil melanjutkan pendidikan melalui Program Gema Cita.
sumber : Kemendikdasmen RI















