Jakarta, PR Politik – Partai Demokrat merespons mencuatnya isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang belakangan ramai diperbincangkan di ruang publik. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan bahwa para menteri dan wakil menteri yang berasal dari Partai Demokrat sejauh ini telah menunjukkan kinerja yang baik dan berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Herman Khaeron dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Jumat (30/1/2026), yang secara khusus membahas dinamika politik nasional, termasuk wacana reshuffle kabinet pada awal masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Herman, Partai Demokrat memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan, terutama saat menjadi bagian dari pemerintahan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selama dua periode. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi modal penting bagi kader Demokrat yang saat ini dipercaya mengemban jabatan strategis di kabinet.
“Untuk menteri-menteri kami, saya yakin, karena kami juga punya pengalaman selama 10 tahun waktu Presiden SBY berkuasa. Tentu seluruhnya bekerja dengan baik,” ujar Herman.
Ia menjelaskan, pengalaman panjang tersebut menjadi tolok ukur sekaligus standar kerja bagi para menteri dan wakil menteri dari Partai Demokrat yang kini mendapat amanah di pemerintahan Presiden Prabowo.
“Ini juga menjadi parameter-parameter yang dikerjakan oleh menteri-menteri yang berasal dari Partai Demokrat,” tambahnya.
Herman menegaskan, hingga saat ini seluruh menteri dan wakil menteri dari Partai Demokrat masih menunjukkan kinerja positif dan tetap berada pada jalur yang sejalan dengan visi serta target Presiden Prabowo Subianto.
“Baik Menko Infrastruktur Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), Menteri Transmigrasi, Menteri Ekonomi Kreatif, kemudian para wakil menteri yang berasal dari Partai Demokrat, saya yakin semuanya bekerja dengan baik sesuai dengan target yang ingin dicapai presiden,” ucapnya.
Lebih lanjut, Herman menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatannya, kinerja para menteri tersebut masih on the track dan selaras dengan program-program prioritas pemerintah. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa evaluasi kabinet sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden sebagai pemegang hak prerogatif.
“Sampai saat ini, kalau dari pengamatan saya, on the track. Namun semuanya tentu dikembalikan ke Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.
Herman juga menekankan bahwa isu reshuffle merupakan hal yang wajar dalam dinamika pemerintahan. Menurutnya, perombakan kabinet merupakan hak prerogatif presiden sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala negara.
“Reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Presiden tentu memiliki pertimbangan dan penilaian sendiri terhadap kinerja para pembantunya,” pungkas Herman.
Sebagai informasi, isu reshuffle Kabinet Merah Putih mengemuka seiring dengan evaluasi awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah kalangan menilai, perombakan kabinet dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat kinerja pemerintahan dalam merealisasikan program-program prioritas nasional.















