Proyeksi 119,5 Juta Orang Bergerak, Kemenhub Siapkan Diskon Tol 20% dan 31 Ribu Bus Hadapi Lonjakan Nataru

Jakarta, PR Politik – Pemerintah memproyeksikan lonjakan mobilitas masyarakat pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan. Hal tersebut dilaporkan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12).

Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan orang pada masa Nataru, Menhub menyampaikan bahwa potensi pergerakan masyarakat diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan mencakup hampir separuh penduduk Indonesia.

“Hasil survei menunjukkan bahwa 42,01 persen penduduk Indonesia, atau sebesar 119,5 juta orang berencana melakukan perjalanan pada akhir tahun, meningkat 2,71 persen dari tahun sebelumnya,” ucap Menhub.

Pergerakan penumpang terbesar diprediksi berasal dari provinsi berpenduduk padat di Pulau Jawa dengan tujuan yang juga terkonsentrasi di wilayah tersebut.

“Tujuan perjalanan didominasi oleh Provinsi Jawa Tengah sebesar 20,23 juta orang, diikuti oleh Jawa Timur dan Jawa Barat,” ucapnya.

Menhub memastikan pengawasan tetap dilakukan secara menyeluruh, termasuk wilayah-wilayah yang merayakan Natal seperti Maluku, Papua, dan Kalimantan Barat.

“Walaupun tidak termasuk dalam 10 besar survei, namun akan kami cermati wilayah-wilayah yang merayakan Natal seperti Maluku, Papua, dan Kalimantan Barat,” tuturnya.

Pemerintah telah menyiapkan sarana dan prasarana transportasi pendukung di semua moda, dengan rincian armada yang disiapkan, antara lain: 31.433 bus, 711 kapal laut, 2.670 kereta api, 368 pesawat udara, dan 253 kapal penyeberangan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus sektor transportasi berupa diskon tarif dan tiket untuk meringankan beban masyarakat:

  • Diskon Tarif Tol: Sebesar 20 persen pada 26 ruas jalan tol, berlaku pada tanggal 22, 23, dan 31 Desember. Diskon ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya (10% untuk 12 ruas tol).

  • Diskon Tiket Angkutan Udara: Sebesar 13 hingga 14 persen untuk periode perjalanan 22 Desember hingga 10 Januari 2026.

Baca Juga:  Jadi Keynote Speakers Di Stanford University, Menko AHY Paparkan 3 Strategi Pembangunan Di Asia Tenggara

Menhub menegaskan adanya dua isu strategis yang menjadi fokus pengelolaan Angkutan Nataru 2025–2026:

  1. Potensi Lonjakan Penumpang: Yang akan menimbulkan kemacetan dan penumpukan pada simpul transportasi.

  2. Risiko Cuaca Ekstrem: Menurut BMKG, terdapat potensi curah hujan yang tinggi pada bulan Desember hingga Januari 2026.

“Terdapat dua isu strategis pada angkutan Nataru 2025-2026, yaitu potensi lonjakan penumpang yang akan menimbulkan kemacetan dan penumpukan pada simpul transportasi dan risiko cuaca ekstrem yang menurut BMKG terdapat potensi curah hujan yang tinggi pada bulan Desember hingga Januari 2026,” tuturnya.

sumber : Kemensetneg RI

Bagikan: