Jakarta, PR Politik – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyelenggarakan agenda African Ambassadors’ Gathering yang dikombinasikan dengan Pertandingan Sepak Bola Persahabatan Korps Diplomatik. Perhelatan yang digelar di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (23/5) ini diinisiasi secara khusus dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Afrika 2026 dan dihadiri langsung oleh para Duta Besar negara-negara Afrika yang terakreditasi di Indonesia.
Sebagai catatan historis, Hari Afrika diperingati secara global setiap tanggal 25 Mei untuk mengenang momentum berdirinya Organisasi Persatuan Afrika di Addis Ababa pada tahun 1963. Fase tersebut menjadi tonggak sejarah ketika bangsa-bangsa Afrika yang baru merdeka memantapkan persatuan demi mengeskalasi gerakan dekolonisasi, menjaga martabat, serta menggalang kemajuan bersama.
Bagi Jakarta sendiri, peringatan Hari Afrika bertindak sebagai ruang refleksi atas rajutan tali persahabatan bilateral yang telah terbangun kokoh sejak era heroisme merebut kemerdekaan, yang apinya terus dijaga tetap hidup hingga detik ini.
Sektor olahraga, khususnya sepak bola, sengaja dipilih sebagai instrumen perayaan utama mengingat rekam jejak historis hubungan Indonesia dan benua Afrika di lapangan hijau telah berakar sangat panjang.
Mulai dari kehadiran para legenda dunia seperti Roger Milla asal Kamerun dan Michael Essien dari Ghana, hingga kontribusi Pierre Njanka serta Redouane Barkaoui yang menjelma sebagai ikon sejumlah klub sepak bola lokal selama bertahun-tahun, talenta Afrika diakui telah lama menyatu dengan struktur DNA sepak bola di tanah air.
“Sepak bola menyatukan kita melampaui batas negara, ras, bahasa, dan politik; (sepak bola) mengingatkan kita bahwa persahabatan dan kemanusiaan selalu lebih kuat dari perpecahan,” ujar Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Dr. Santo Darmosumarto, saat membeberkan filosofi di balik laga persahabatan tersebut.
Lebih lanjut, momentum kebersamaan ini menjadi potret nyata dari komitmen luar negeri Indonesia untuk terus memperluas serta memperdalam penetrasi keterlibatannya di benua Afrika. Langkah pendekatan ini tidak hanya digenjot melalui instrumen formal seperti jalur diplomasi politik dan kerja sama ekonomi makro, melainkan juga lewat jalur diplomasi olahraga (sports diplomacy) serta jalinan hubungan antarmanusia (people-to-people contact) yang hangat dan berkelanjutan.
Pemerintah Indonesia secara konsisten memposisikan Afrika sebagai mitra strategis, sekaligus sahabat sejati dalam poros Global South. Perayaan kasual di lapangan hijau ini menjadi penanda penting bahwa arsitektur persahabatan antarbangsa tidak melulu dirajut secara kaku di ruang-ruang sidang diplomasi, melainkan dapat dipupuk secara natural melalui sportivitas di lapangan olahraga.
sumber : Kemlu RI















