Bukittinggi, PR Politik – Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Sekjen Kemlu RI), Denny Abdi, menghadiri sekaligus menyampaikan pidato kunci (keynote speech) dalam Seminar Utama bertajuk “100 Years of Jam Gadang: From Literacy to Legacy: Building Wealth, Peace and Sustainability Learning”. Forum strategis yang digelar pada 4 Juni 2026 di Balairuang Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi ini diarsiteki oleh Pemerintah Kota Bukittinggi bersama International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) guna memperingati satu abad berdirinya ikon legendaris Jam Gadang.
Agenda internasional tersebut terpantau dihadiri oleh sekitar 100 delegasi terpilih. Di antaranya adalah Direktur Diplomasi Publik dan Direktur Eropa 2 Kemlu, Ketua Perpustakaan Nasional, pimpinan DPRD, serta jajaran pemerintah daerah. Panggung diplomasi ini kian berbobot dengan hadirnya korps diplomatik negara sahabat, seperti Duta Besar Bosnia dan Herzegovina, Wakil Duta Besar Rwanda, Atase Kedubes Bulgaria, perwakilan KBRI London melalui Atase Pendidikan, hingga Country Director British Council Jakarta bersama barisan pakar dari Belanda, Jerman, Inggris, dan Australia.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Bukittinggi, yang melayangkan penegasan historis mengenai peran vital Jam Gadang sebagai simbol peradaban, penggerak roda pariwisata, serta dinamo ekonomi kreatif lokal.
Dalam amanatnya, ia memaparkan bahwa peringatan satu abad Jam Gadang serta sirkuit IMLF 2026 merupakan manifestasi konkret dari doktrin diplomasi budaya Indonesia. Ia menyoroti lonjakan eksponensial kepesertaan IMLF—yang bermutasi dari 12 negara pada 2023 menjadi 193 delegasi dari 37 negara pada 2026—sebagai bukti nyata merangkaknya daya tarik dunia terhadap khazanah intelektual Minangkabau.
“Di tengah kondisi dunia seperti ini, kita perlu mendorong lebih banyak kolaborasi dan saling pengertian. Bangsa-bangsa harus bekerja sama dengan menjadikan pemahaman budaya sebagai jembatan menuju kerja sama yang lebih kuat,” tegasnya di hadapan forum lintas negara tersebut.
Ia juga membedah potensi makro Sumatera Barat—mulai dari lanskap alam, gastronomi kuliner mendunia, hingga rekam jejak tokoh-tokoh bangsa—untuk diakselerasi dalam sirkuit promosi internasional. Kemlu memberikan garansi penuh untuk mengawal Pemkot Bukittinggi dalam mengeksekusi draf perjanjian internasional pasca-forum dengan negara-negara mitra strategis.
Sebagai aksi nyata terhadap isu pelestarian lingkungan (green legacy), Sekjen Kemlu turun ke lapangan untuk melakukan penanaman pohon secara simbolis dalam gerakan penanaman 1.000 pohon guna merawat keseimbangan ekosistem dan memitigasi krisis iklim di Bukittinggi.
Rangkaian manuver diplomasi bergeser ke sektor akademis pada 5 Juni 2026, di mana Sekjen Kemlu memberikan Kuliah Umum di hadapan 300 mahasiswa dan alumni Universitas Andalas (Unand). Di lokasi tersebut, Denny Abdi menginisiasi draf penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pendirian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB). Langkah hibrida ini dikunci untuk merajut sinergi antara dunia kampus, birokrasi pemerintahan, korporasi industri, serta jaringan alumni dalam memperkuat kapasitas infrastruktur nasional yang berkelanjutan.
Puncak perayaan 100 Tahun Jam Gadang ditutup meriah pada 7 Juni 2026 melalui sirkuit Jam Gadang Fun Run 2026 yang digawangi Pemkot Bukittinggi bersama IKA Universitas Andalas. Ajang olahraga massal ini sukses menyedot 2.000 peserta, termasuk keikutsertaan luring dari Duta Besar Belanda, Duta Besar Viet Nam, Duta Besar Bosnia dan Herzegovina, serta Wakil Duta Besar Rwanda.
“Semangat Fun Run dalam rangka 100 Tahun Jam Gadang adalah persahabatan dan kolaborasi. Kami sangat bergembira dengan antusiasme peserta, termasuk kehadiran para duta besar yang mencerminkan dukungan dan spirit ini,” sambungnya melempar apresiasi tertulisnya.
Menutup rilis siber diplomatiknya, Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi telah berhasil menjembatani pertemuan tatap muka tertutup (backdoor meeting) antara Wali Kota Bukittinggi dengan Duta Besar Belanda dan Duta Besar Viet Nam. Negosiasi tersebut resmi membuka keran komunikasi untuk menjajaki draf kerja sama kota kembar (sister city), proyek restorasi fisik Jam Gadang, serta pertukaran budaya hibrida demi mengamankan kepentingan daerah di panggung global tanpa celah malafidat birokrasi.
sumber : Kemlu RI















