Jakarta, PR Politik (15/11) – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, menyoroti sejumlah permasalahan terkait pelayanan di rumah sakit yang bermitra dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Fokus perhatian Nurhadi antara lain tertuju pada klaim fiktif BPJS dan perlakuan berbeda terhadap pasien BPJS dibandingkan pasien umum.
“Beberapa kasus klaim fiktif BPJS di rumah sakit menjadi perhatian. Mengapa belum ada optimalisasi di ruang digital untuk menambah verifikasi data peserta? Hal seperti ini seharusnya bisa diantisipasi,” ujar Nurhadi dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR bersama Direktur Utama dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Nurhadi, yang merupakan legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur VI (Kabupaten Tulungagung, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten/Kota Kediri), juga mengkritisi perbedaan pelayanan yang kerap terjadi di beberapa rumah sakit mitra BPJS Kesehatan. Ia menilai bahwa pasien BPJS kerap diperlambat pelayanannya dibanding pasien reguler.
“Teman-teman di Komisi IX mungkin juga merasakan hal yang sama, pasien BPJS seringkali mendapat pelayanan lebih lambat, berbeda dengan pasien yang membayar secara mandiri yang pelayanannya lebih cepat,” kata Nurhadi.
Baca Juga: Netty Prasetiyani Desak Pemerintah Proaktif Tangani Bahaya Timbal bagi Kesehatan
Nurhadi juga menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan kini telah bermitra dengan lebih dari 3.000 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia, dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah. Namun, ia menegaskan bahwa penambahan mitra rumah sakit akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan.
“Kami meminta BPJS Kesehatan untuk mengoptimalkan layanannya, salah satunya dengan menyediakan call center khusus bagi peserta BPJS agar bisa memberi penilaian terhadap rumah sakit mitra BPJS. Selain itu, penting adanya aturan reward and punishment, misalnya melalui pemberian peringatan hingga penutupan bagi faskes yang tidak memenuhi standar pelayanan,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Nurhadi juga mengapresiasi kinerja BPJS Kesehatan yang menunjukkan perkembangan dibanding periode sebelumnya, meskipun beberapa hal masih memerlukan perhatian dan perbaikan.
“Perlu kita apresiasi kinerja BPJS Kesehatan selama ini dalam memberikan kepastian layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Bahkan dalam kunjungan kami ke Bank Dunia di New York, BPJS mendapat apresiasi internasional,” tutup Nurhadi.
Sumber: fraksinasdem.org















