Netty Prasetiyani Soroti Alokasi Anggaran Kemenkes dan Tekankan Layanan Primer

Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Netty Prasetiyani

Jakarta, PR Politik – Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Netty Prasetiyani, menyoroti kebijakan anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Rapat Kerja bersama Menteri Kesehatan di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (4/9/2025).

Netty menegaskan bahwa Kemenkes tidak cukup hanya fokus pada usulan tambahan anggaran, melainkan juga harus memastikan layanan primer, pencegahan penyakit, serta program quick win Presiden Prabowo dapat berjalan optimal.

Legislator Komisi IX ini mempertanyakan kriteria prioritas Kemenkes dalam membagi alokasi anggaran, khususnya antara program jangka pendek quick win dan program jangka panjang transformasi kesehatan.

“Kita perlu tahu seperti apa kriteria yang dilakukan Kemenkes dalam membagi konsentrasi antara penyuksesan program quick win dengan program jangka panjang transformasi kesehatan. Karena di lapangan, fasilitas kesehatan masih banyak melakukan penyesuaian,” ujarnya.

Netty juga menyoroti rendahnya realisasi belanja barang Kemenkes yang baru mencapai 30,9% dari Rp51,7 triliun. Padahal, sejumlah usulan tambahan justru diarahkan untuk kebutuhan layanan primer seperti vaksin, imunisasi, dan alat kesehatan.

“Imunisasi dasar lengkap baru 42,6% dan notifikasi TBC baru 47%. Bagaimana strategi Kemenkes memastikan keterlambatan realisasi anggaran tidak mengganggu pengadaan vaksin, obat, dan alkes yang fundamental bagi layanan primer?” tegasnya.

Selain anggaran, Netty menekankan pentingnya perhatian terhadap tenaga kesehatan di daerah. Ia menilai puskesmas kini menanggung beban ganda, yakni melayani pasien yang datang sekaligus melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah-sekolah.

“Puskesmas bebannya luar biasa. Selain melayani pasien yang datang, mereka juga harus melakukan pemeriksaan ke sekolah-sekolah. Pertanyaannya, bagaimana pemerintah memastikan dukungan bagi tenaga medis agar mereka terlindungi kesejahteraannya?” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Netty menegaskan bahwa tambahan anggaran Kemenkes harus benar-benar mencerminkan komitmen mempercepat transformasi kesehatan nasional.

Baca Juga:  Kurniasih Mufidayati Apresiasi Perusahaan yang Penuhi Kewajiban THR Tepat Waktu

“Kami berharap usulan tambahan anggaran ini betul-betul menggambarkan upaya memperkuat layanan primer, mempercepat transformasi, dan meningkatkan ketahanan kesehatan nasional,” pungkasnya.

Sumber: fraksi.pks.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru