Bogor, PR Politik – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengharapkan agar Pondok Pesantren dan para santri terus berperan sebagai benteng ideologi bangsa yang mempertahankan jati diri Indonesia di masa depan. Harapan ini disampaikan Menag Nasaruddin di hadapan ribuan santri pada acara Gebyar Milad 6 Dekade Pondok Pesantren Attaqwa Putri, yang juga memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw, di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, pada Minggu (26/1/2025).
“Begitu tadi masuk ke dalam ruangan ini, terasa seperti di Padang Mahsyar. Senang mendengar suaranya para penghuni syurga di sini. Sekali lagi Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” kata Menag Nasaruddin, disambut gemuruh salam dari ribuan santri dan wali santri yang hadir.
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin mengungkapkan rasa hormatnya kepada Almaghfurlah KH Noer Alie, sosok pahlawan nasional yang sangat luar biasa. Ia berharap agar seluruh amal jariyah KH Noer Alie dilipatgandakan oleh Allah Swt dan segala dosanya diampuni. “Mereka itu hidup, dan senantiasa mendapat rezeki dari Allah Swt. Dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an, mengingatkan kita bahwa orang di alam barzah itu membutuhkan rezeki. Doakan para pendiri Pondok Pesantren. Semoga doa kita menjadi parsel bagi para Kyai dan Almaghfurlah,” pinta Menag.
Menag Nasaruddin juga menyampaikan terima kasih kepada para pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren di seluruh Indonesia, khususnya Pondok Pesantren Attaqwa. Ia berharap semua yang hadir mendapatkan berkah yang luar biasa. “Ponpes Attaqwa yang terbesar di Jabotabek. Prestasi-prestasi yang dilahirkan Pondok Pesantren Attaqwa luar biasa. Teruslah berprestasi, untuk kembali mengharumkan nama PonPes dan Bangsa,” pesan Menag.
Menurut Menag, ciri khas Pondok Pesantren Attaqwa adalah kemampuannya dalam memasyarakatkan Islam Moderat, yang menyenangkan, disegani, dan dicintai. Ia menekankan bahwa seorang santri dapat mengharumkan nama bangsa di masa depan. “Saat saya berkunjung ke Mesir, di sana ada santri Attaqwa yang memiliki organisasi. Kegiatan Haul semacam ini mempereratkan para alumni Pondok Pesantren dan lainnya. Jangan pernah putus kontak dengan almamaternya,” kata Menag.
Menag Nasaruddin juga mengungkapkan bahwa seorang profesor dari Inggris pernah melakukan penelitian tentang Pondok Pesantren dan menemukan bahwa pendidikan yang paling modern adalah pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren. “Saat ini, jumlah Pondok Pesantren di Indonesia mencapai 42 ribu, dan akan terus berkembang. Terima kasih kepada pengasuh Pondok Pesantren Attaqwa yang terus konsisten mengembangkan pesantren. Jadilah benteng ideologi bangsa yang mempertahankan jati diri bangsa di masa depan,” tutup Menag Nasaruddin Umar.
Dengan pernyataan ini, Menag berharap agar Pondok Pesantren dapat terus berkontribusi dalam membentuk karakter dan ideologi bangsa, serta menjadi pusat pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sumber: kemenag.go.id















