Bandung, PR Politik – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa program magang nasional atau MagangHub merupakan instrumen strategis yang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga berfungsi sebagai jalur rekrutmen efisien bagi perusahaan. Melalui program ini, lulusan baru berpeluang besar diangkat menjadi karyawan tetap jika menunjukkan kompetensi dan dedikasi yang tinggi selama masa evaluasi.
Dalam kunjungannya ke PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Menaker menjelaskan bahwa proses rekrutmen konvensional sering kali memakan biaya besar dan memiliki risiko ketidakcocokan yang tinggi bagi perusahaan. Program magang selama enam bulan hadir sebagai solusi “uji coba” yang menguntungkan kedua belah pihak.
“Karena bagi perusahaan, mencari kandidat itu tidak mudah. Jadi ketika Anda sudah hadir di sini 6 bulan, maka ngapain perusahaan cari yang lain kalau spesifikasinya memenuhi karena merekrut yang baru belum tentu juga dikenal baik, uji coba tau-tau tidak cocok dan itu mahal buat perusahaan,” ujarnya saat meninjau operasional magang di Bandung, Kamis (5/3).
Program MagangHub menawarkan skema insentif unik: pemerintah menanggung uang saku peserta, sementara industri menyediakan fasilitas pelatihan kerja nyata. Bagi peserta, selain uang saku, mereka mendapatkan sertifikasi kompetensi dan akses ke jejaring profesional yang luas.
Menaker memberikan apresiasi khusus kepada PTDI karena telah melibatkan peserta magang pada proyek-proyek vital. “Sangat menarik, sebagian peserta bahkan sudah terlibat langsung dalam proses final assembly pesawat,” tambahnya.
“Ini menunjukkan sekali lagi apa yang kita harapkan bagaimana magang ini bisa memberikan pengalaman kepada fresh graduate lulusan perguruan tinggi mendapatkan berbagai macam pengalaman, dan alhamdulillah bisa terwujud,” ucapnya.
Direktur Produksi PTDI, Dena Herdiana, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, perusahaan dirgantara plat merah ini telah menerima 134 peserta magang yang terdiri dari 86 pria dan 48 perempuan. Ia meyakini sinergi ini adalah kunci menciptakan SDM yang siap bersaing secara global.
“Kami percaya sinergi antara dunia industri dan pemerintah merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global,” katanya.
Salah satu peserta, Farhan, yang ditempatkan di bagian maintenance facility, memberikan testimoni positif mengenai pengalamannya. “Selama menjalani magang, Saya terlibat dalam berbagai kegiatan perawatan fasilitas perusahaan, baik terjun langsung ke lapangan maupun mengerjakan dokumen pekerjaan di dalam ruangan. Saya banyak mempelajari hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Jadi program magang ini sangat bermanfaat,” jelasnya.
Menaker menutup kunjungannya dengan pesan kuat agar para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk membuktikan kualitas diri agar siap diserap sepenuhnya oleh dunia kerja setelah enam bulan masa magang berakhir.
sumber : Kemnaker RI















