Lisda Hendrajoni: Perempuan Harus Menjadi Agen Perubahan

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lisda Hendrajoni | foto: Istimewa

Padang, PR Politik (30/12) – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lisda Hendrajoni, menjadi salah satu pembicara dalam Pelatihan Pengkaderan DANA II yang digelar oleh Nasyiatul Aisyiyah wilayah Sumatra Barat di Gedung BBPMP, Kota Padang, pada Jumat (27/12/2024). Kegiatan bertajuk ‘Perempuan Bisa Apa’ ini juga menghadirkan narasumber berkompeten di bidang perempuan, yaitu anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat, Sri Kumala Dewi.

Dalam kesempatan tersebut, Lisda, yang akrab disapa Bunda Lisda, menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam perspektif Islam dengan mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh perempuan seperti Siti Khadijah dan Aisyah RA. “Perempuan dalam perspektif Islam dapat kita rujuk melalui dua sosok perempuan yang inspiratif, yakni Siti Khadijah, seorang pengusaha sukses, dan Aisyah, seorang ilmuwan yang menjadi rujukan ilmu fiqih dan hadis. Keduanya merupakan pendukung utama Rasulullah dalam berdakwah,” papar Lisda.

Lisda mengutip Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 124, yang menyatakan, “Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka mereka itu akan masuk surga.” Menurutnya, ayat ini menegaskan kesetaraan dan peluang yang sama antara laki-laki dan perempuan untuk berprestasi, baik di dunia maupun akhirat. “Kita memaknai di sini peluang yang sama bagi perempuan dan laki-laki dalam berprestasi. Bahkan Islam memberikan tempat yang istimewa bagi perempuan yang beriman,” jelas legislator NasDem dari Dapil Sumatra Barat I itu.

Baca Juga: Eko Widodo Dukung Pengetatan Perjalanan Dinas Luar Negeri Pejabat Negara

Anggota Komisi VIII DPR ini juga menekankan bahwa di tengah dinamika kehidupan saat ini, perempuan memiliki peran besar dalam berbagai aspek kehidupan. Ia menilai perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan, terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial politik. “Perempuan adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Jika seorang ibu cerdas, maka generasi yang dilahirkan juga akan cerdas. Di bidang ekonomi, banyak perempuan yang kini menjadi penggerak perekonomian keluarga dan masyarakat, termasuk melalui wirausaha. Bahkan di bidang sosial politik, saat ini tidak sedikit perempuan yang menjadi pemimpin dalam organisasi, bahkan di tingkat nasional,” ungkapnya.

Baca Juga:  Cindy Monica Kecam Keras Kasus Pelecehan Seksual di SMAN 1 Sungai Geringging

Namun, Lisda juga mengakui adanya tantangan yang masih dihadapi perempuan meskipun di era modern dan kesetaraan gender saat ini. “Masih ada anggapan bahwa perempuan hanya pantas berada di rumah, yang kita kenal dengan budaya patriarki, hingga akses yang terbatas. Saat ini, banyak perempuan yang belum mendapatkan kesempatan pendidikan atau pekerjaan yang layak,” jelasnya.

Baca Juga: Heri Gunawan Apresiasi Peluncuran Program Pemuda Pelopor Desa di Sukabumi

Istri Bupati Pesisir Selatan terpilih ini memberikan solusi dengan memperkuat literasi dan keterampilan serta membangun solidaritas. “Perempuan harus terus belajar dan mengembangkan diri, baik dalam pendidikan formal maupun nonformal. Serta bangun solidaritas, contohnya seperti Aisyiyah ini sebagai tempat untuk saling mendukung dan mendorong kemajuan bersama. Semua dapat kita mulai dengan hal-hal kecil dari keluarga,” terangnya.

Lisda menutup pembicaraannya dengan menegaskan bahwa ketika muncul pertanyaan ‘Perempuan Bisa Apa’, jawabannya adalah perempuan bisa melakukan apa saja, selama itu baik dan bermanfaat. “Karena jawabannya, perempuan bisa melakukan apa saja, selama itu baik dan bermanfaat,” pungkas Lisda.

 

Sumber: fraksinasdem.org

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru