Legislator PKS Mahfudz Abdurrahman Kecam Keras Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Desak Israel Bertanggung Jawab

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Mahfudz Abdurrahman

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Mahfudz Abdurrahman, mengecam keras gugurnya prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah menjalankan mandat sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL). Insiden tersebut terjadi akibat serangan artileri Israel di sekitar wilayah penugasan Kontingen Indonesia.

Mahfudz menilai peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa, melainkan bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional yang tidak dapat ditoleransi.

“Ini bukan kecelakaan perang. Ini adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB adalah pelanggaran berat hukum humaniter internasional dan mencerminkan pengabaian total terhadap norma-norma global,” tegas Mahfudz.

Menurutnya, aktivitas militer Israel di kawasan perbatasan Lebanon telah melampaui batas dan menunjukkan pola agresi yang semakin brutal, tanpa mempertimbangkan keselamatan pihak-pihak yang seharusnya dilindungi, termasuk pasukan perdamaian.

“Agresi militer Israel di kawasan tersebut semakin tidak terkendali dan menunjukkan sikap abai terhadap hukum internasional. Serangan ini membuktikan bahwa tidak ada lagi jaminan keamanan, bahkan bagi pasukan yang membawa mandat resmi dari PBB,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa serangan terhadap personel UNIFIL menjadi ancaman langsung terhadap kredibilitas serta legitimasi misi perdamaian global. Karena itu, ia menilai diperlukan respons tegas, bukan sekadar kecaman simbolik.

“Jika serangan terhadap pasukan PBB dibiarkan tanpa konsekuensi, maka dunia internasional sedang membiarkan runtuhnya sistem perlindungan global. Ini adalah ujian bagi PBB dan seluruh komunitas internasional: apakah hukum internasional masih dihormati atau tidak,” ujarnya.

Mahfudz mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera melakukan investigasi yang independen, transparan, dan tanpa kompromi, serta memastikan adanya pertanggungjawaban yang jelas atas insiden tersebut.

Baca Juga:  Muh Haris Soroti Pentingnya Penguatan Program TPS3R untuk Atasi Masalah Sampah di Indonesia

“PBB tidak boleh lemah. Harus ada investigasi yang tegas dan terbuka, serta penetapan tanggung jawab yang jelas terhadap pihak yang melakukan serangan. Impunitas tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Kepada pemerintah Indonesia, Mahfudz mendorong langkah diplomasi yang lebih kuat dan progresif, termasuk membawa persoalan ini ke forum internasional strategis guna membangun tekanan global.

“Indonesia tidak boleh bersikap biasa-biasa saja. Kita harus mengambil peran utama dalam memperjuangkan keadilan, memperkuat tekanan diplomatik, dan memastikan setiap pengorbanan prajurit kita dihargai dengan penuh tanggung jawab.”,” katanya.

Menutup pernyataannya, Mahfudz menyampaikan duka mendalam sekaligus penghormatan tertinggi kepada prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas perdamaian dunia.

“Mereka gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia. Namun penghormatan terbaik bukan hanya doa, melainkan keberanian kita untuk menuntut keadilan. Jangan biarkan pengorbanan mereka berlalu tanpa pertanggungjawaban,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru