Legislator PKS Jalal Abdul Nasir Soroti Kenaikan BBM Non-Subsidi dan Lemahnya Komunikasi Publik Pemerintah

Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Jalal Abdul Nasir

Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Jalal Abdul Nasir, menyoroti kenaikan signifikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang dinilai mengejutkan masyarakat, khususnya kalangan menengah. Hal tersebut disampaikannya dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis (21/04) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurut Jalal, lonjakan harga dalam waktu singkat mencerminkan lemahnya aspek komunikasi publik dari pemerintah, sehingga masyarakat tidak memiliki ruang adaptasi yang memadai terhadap perubahan tersebut.

“Kelas menengah ke atas cukup shock, cukup kaget, karena pengumumannya sangat mendadak dan kenaikannya luar biasa,” ujarnya.

Ia mencontohkan kenaikan harga yang cukup tajam pada sejumlah jenis BBM non-subsidi dalam waktu singkat, yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Saya sendiri merasakan, dari sekitar Rp14.000–Rp15.000 menjadi Rp23.900. Kenaikannya sangat tinggi,” lanjutnya.

Meski demikian, Jalal tetap mengapresiasi langkah pemerintah yang mempertahankan stabilitas harga BBM bersubsidi serta LPG 3 kilogram, yang dinilai penting dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

“Kita mengapresiasi pemerintah yang menjaga harga BBM subsidi maupun LPG 3 kilo agar tetap stabil,” katanya.

Di sisi lain, ia menilai bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi juga dapat dimaknai sebagai sinyal kebijakan untuk mendorong percepatan transisi energi, terutama menuju penggunaan kendaraan listrik.

“Kita berharap ini mungkin dorongan agar masyarakat segera migrasi ke mobil listrik,” jelasnya.

Menurut Jalal, sektor transportasi merupakan salah satu kontributor utama emisi, sehingga peralihan ke kendaraan listrik dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional.

“Kalau kendaraan bisa migrasi ke listrik, ini akan menjadi langkah besar menuju target net zero emission 2060,” tutup Jalal.

Baca Juga:  Jalal Abdul Nasir Ingatkan Pemerintah soal Risiko Transisi Energi tanpa Fondasi Kuat

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru