Legislator NasDem Irsan Sosiawan Ingatkan Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan Harga Minyak Global

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Irsan Sosiawan Gading | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar terus memberi tekanan terhadap harga energi global. Dalam beberapa waktu terakhir, harga minyak mentah dunia tercatat mengalami tren kenaikan signifikan.

Kondisi tersebut mendorong Indonesia untuk segera memitigasi dampak kenaikan harga minyak dunia, mengingat sejumlah negara telah lebih dulu mengambil langkah antisipatif. Negara-negara di kawasan Asia Tenggara seperti Filipina telah menetapkan status darurat energi, sementara Malaysia meningkatkan subsidi BBM. Di sisi lain, Singapura, Thailand, dan Vietnam juga mengalami kenaikan harga bahan bakar.

Situasi ini menjadi sinyal penting bagi Indonesia untuk menyiapkan kebijakan yang cepat, terukur, dan tepat sasaran.

Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi Partai NasDem, Irsan Sosiawan, menyoroti perlunya peningkatan kewaspadaan pemerintah terhadap dinamika kenaikan harga minyak global.

“Perkembangan situasi global saat ini menunjukkan adanya tekanan terhadap harga minyak yang perlu dicermati secara serius oleh pemerintah,” ujar Irsan dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Ia menilai perbedaan antara asumsi harga minyak dalam APBN dengan realisasi harga di pasar berpotensi menimbulkan tekanan terhadap kondisi fiskal negara, khususnya pada pos subsidi dan kompensasi energi.

Lebih lanjut, Irsan menekankan bahwa pemerintah memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui langkah kebijakan yang tepat dan berkelanjutan. Hal tersebut mencakup pengelolaan subsidi, efisiensi anggaran, serta upaya menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.

“Upaya penyiapan langkah yang terukur dan antisipatif diharapkan dapat terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dinamika harga energi berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama terkait daya beli serta potensi tekanan inflasi.

Menurutnya, ketidakpastian global yang masih berlangsung memerlukan respons kebijakan yang adaptif dan terukur guna menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Baca Juga:  Sukamta: Solusi Dua Negara Harus Segera Diterjemahkan ke Langkah Konkret

“Berbagai skenario perlu disiapkan, mengingat dinamika global yang sulit diprediksi dan berpotensi berdampak berkelanjutan,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru