Lawan Eksploitasi Anak oleh Kelompok Kriminal, Indonesia Paparkan Strategi Rehabilitasi di Konferensi Rio de Janeiro

Rio de Janeiro, PR Politik – Indonesia mempertegas komitmen globalnya dalam melindungi generasi muda dari ancaman kejahatan terorganisir. Hal ini disampaikan dalam High-Level Conference on Preventing and Responding to Violence Against Children and Adolescents in the Context of Organized Crime yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, 23–24 Maret 2026.

Duta Besar RI di Rio de Janeiro, Andhika Chrisnayudhanto, hadir sebagai pembicara untuk memaparkan perspektif nasional dalam kerangka “Keadilan bagi Anak dan Remaja: Perlindungan, Rehabilitasi, dan Reintegrasi.” Konferensi tingkat tinggi ini diselenggarakan oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) bekerja sama dengan Pemerintah Brasil.

Dalam forum tersebut, Dubes Andhika menekankan bahwa Indonesia telah melakukan transformasi besar dalam menangani kasus perekrutan serta eksploitasi anak oleh kelompok kriminal bersenjata dan jaringan terorisme. Belajar dari pengalaman pahit tragedi Surabaya 2018, Indonesia kini beralih dari pendekatan represif ke strategi yang lebih humanis.

Indonesia telah mengubah pendekatan yang sebelumnya bersifat sektoral dan represif menjadi strategi yang berpusat pada perlindungan anak, berbasis hak, serta fokus pada rehabilitasi dan reintegrasi.

Melalui kemitraan strategis dengan UNODC, Indonesia telah memperkuat kapasitas nasional dengan melatih lebih dari 400 pemangku kepentingan lintas sektor. Upaya ini juga merambah hingga ke akar rumput melalui program edukasi yang menjangkau komunitas sekolah dan ribuan individu.

Data menunjukkan keberhasilan program ini telah melibatkan:

  • 17 Sekolah dan 46 Konselor profesional.

  • Menjangkau lebih dari 15.000 anak secara langsung.

  • Edukasi kepada lebih dari 150.000 individu melalui kampanye digital #AmbilAndil.

Peran aktif Indonesia tidak hanya terbatas pada level domestik, tetapi juga terlihat dalam inisiasi Bali Call for Action dan berbagai resolusi PBB yang menekankan pentingnya keamanan dan hak anak sebagai dua hal yang harus berjalan beriringan.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet: Ekonomi Indonesia Tangguh, Pertumbuhan 5%, Inflasi Terendah G20

Acara ini juga menghadirkan tokoh penting dunia seperti Marta Machado (Brasil), Talal Dakalbab (Kanada), dan Abba Ali Yarima Mustapha (Nigeria). Pertemuan ini membuka peluang strategis bagi Indonesia dan Brasil untuk memperdalam kolaborasi melalui pertukaran praktik terbaik dan penguatan kapasitas yang berorientasi pada dampak berkelanjutan bagi perlindungan anak di tingkat global.

sumber : Kemlu RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru