Jakarta, PR Politik – Sosok Latifina bukan nama asing di kalangan relawan pendukung Anies Baswedan. Perempuan yang dikenal aktif di berbagai platform media sosial ini menceritakan bagaimana perjalanannya dimulai sejak masa kuliah, saat ia tergabung dalam Gerakan Turun Tangan yang diinisiasi oleh Anies Baswedan pada tahun 2013.
“Saya sudah aktif di Gerakan Turun Tangan sejak 2013, waktu itu saya masih mahasiswa. Sebagai aktivis dan organisatoris, saya tertarik karena gerakan ini menekankan pentingnya tidak hanya kritis, tapi juga turun tangan secara nyata,” ujarnya.
Menurut Fina, sapaan akrabnya, Gerakan Turun Tangan bukan hanya ajakan retoris, tetapi juga aksi konkret untuk mengajak anak-anak muda berkontribusi bagi perubahan sosial dari hal-hal kecil dan terdekat di lingkungan masing-masing.
“Pak Anies selalu menekankan bahwa kritik itu penting, tapi lebih penting lagi adalah aksi nyata. Itu yang membuat saya merasa gerakan ini selaras dengan nilai-nilai yang saya pegang,” tambahnya.
Baca Juga: Latifina Baswedan: Influencer Harus Junjung Tinggi Integritas di Tengah Arus Kampanye Digital
Setelah lulus dari kampus dan sempat berkarier profesional di dunia perbankan, Fina memutuskan untuk melangkah lebih jauh dalam dunia sosial-politik. Ia sempat membantu staf khusus Gubernur Anies Baswedan saat menjabat di DKI Jakarta, dan setelah masa jabatan berakhir, ia turut menggagas dan mengelola Media Senter Indonesia—platform yang banyak memproduksi konten kampanye pada Pemilu 2024 lalu.
“Waktu kampanye kemarin, mungkin teman-teman banyak melihat video saya. Saya merasa momennya pas. Pengalaman saya di dunia relawan dan komunikasi akhirnya bisa dipakai untuk sesuatu yang lebih besar,” tutur Fina.
Kini, ia terus melanjutkan kiprahnya di dunia sosial dan komunikasi publik, dengan semangat yang tak pernah padam sejak masa kuliah. Komitmennya sebagai bagian dari gelombang anak muda yang peduli dan bergerak menjadi contoh nyata bahwa perubahan memang dimulai dari turun tangan.















