Bandung, PR Politik – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH)/Wakil Kepala BPLH, Diaz Hendropriyono, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat (SR) harus menjadi laboratorium kecil pendidikan lingkungan, kesehatan, dan gizi yang mampu melahirkan generasi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kesadaran lingkungan sejak dini adalah kunci lahirnya generasi sehat, cerdas, dan peduli masa depan.
Menurut Diaz, isu sampah menjadi salah satu tantangan besar yang harus disadari anak sejak dini. “Kalau sampah makanan tidak habis lalu menumpuk di TPA, itu bisa menghasilkan metana. Gas ini naik ke atmosfer, menahan panas bumi, dan mempercepat pemanasan global. Jadi jangan anggap remeh, karena setiap sisa makanan yang kita buang ikut membuat bumi semakin panas,” tegas Diaz.
Dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) dan Sekolah Rakyat Sentra Wyataguna Bandung, Wamen LH bersama PT Bio Farma (Persero) menyerahkan bantuan berupa vitamin, tumbler, buku panduan lingkungan, kaos, dan tas sekolah untuk mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Ia juga meninjau layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa, sebagai bentuk integrasi kesehatan dengan pendidikan lingkungan.
“Pakai tumbler ini baik-baik, jangan lagi pakai gelas plastik sekali pakai. Mulai sekarang kita bisa belajar mengurangi sampah,” pesan Diaz kepada para siswa yang antusias menerima bantuan tersebut.
I.G.N Suharta Wijaya, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Bio Farma (Persero), menyampaikan bahwa PT Bio Farma (Persero) turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan memberikan layanan cek kesehatan dan pengobatan gratis bagi siswa. Menurutnya, langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah Asta Cita.
“Bio Farma selalu mengedepankan prinsip ramah lingkungan dalam setiap proses produksi di Pasteur, sehingga secara konsisten meraih penghargaan Proper Emas. Dengan demikian, kami akan terus hadir dalam program-program Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH,” ujarnya.
Diaz juga menyinggung rencana integrasi kurikulum lingkungan dalam program Sekolah Rakyat melalui kerja sama dengan Kementerian Sosial. KLH/BPLH siap menyinergikan program Adiwiyata dengan Sekolah Rakyat agar kelak lahir SR berprestasi dalam pengelolaan lingkungan. “KLH/BPLH punya program Adiwiyata untuk sekolah, KLH/BPLH sangat terbuka untuk kolaborasi dalam program ini dengan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Selain itu, KLH/BPLH membuka peluang kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di bawah Kemnaker dan Kemensos untuk isu refrigeran seperti Hidrofluorokarbon (HFC) dan Klorofluorokarbon (CFC) yang dikenal sebagai Bahan Perusak Ozon (BPO). Menurut Diaz, kolaborasi lintas sektor akan memperkuat pendidikan vokasi sekaligus mendukung pengendalian perubahan iklim.
sumber : Kemenlh RI















