Kementerian PPPA dan Singapura Perkuat Kerja Sama Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Jakarta, PR Politik – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, bertemu dengan Minister of State, Ministry of Social and Family Development (MSF) Singapura, Goh Pei Ming, di sela-sela acara APEC 2025 di Incheon, Korea Selatan, Selasa (12/8). Pertemuan yang diinisiasi oleh Singapura ini membahas penguatan kemitraan strategis dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Pada pertemuan ini, Menteri PPPA menyampaikan bahwa kedua kementerian memiliki semangat yang sama dalam mengatasi kekerasan, seperti yang ditunjukkan oleh sistem pengaduan mereka. “Kami mencatat Kemen PPPA dan MSF saat ini memiliki beberapa kebijakan, program, dan layanan dengan semangat yang sama, yakni pengaduan kekerasan bagi perempuan dan anak.

Singapura memiliki National Anti-Violence and Sexual Harassment Helpline, sedangkan Indonesia melalui Kemen PPPA menginisiasi Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129. Dalam pemberdayaan komunitas untuk pemenuhan hak perempuan, anak, dan keluarga, Kemen PPPA mengembangkan Ruang Bersama Indonesia (RBI), sementara Singapura memanfaatkan program kerelawanan,” kata Menteri PPPA.

Menteri Arifah juga mengusulkan kerja sama untuk penempatan tenaga kerja terampil perempuan Indonesia sebagai caregiver di Singapura melalui proyek percontohan, serta mengapresiasi program-program prioritas MSF yang dapat dikolaborasikan, seperti partisipasi Indonesia dalam Asian Family Conference (AFC) 2026. Ia berharap kerja sama ini dapat ditingkatkan ke tingkat ASEAN atau APEC.

Selain itu, Menteri PPPA menyoroti peran penting keluarga dalam membentuk karakter anak-anak dan mengusulkan penggunaan kembali permainan tradisional untuk membatasi penggunaan gadget. “Mungkin bisa kita rancang bersama agar anak-anak Singapura dan anak-anak Indonesia dapat memainkan permainan tradisional dari kedua negara bersama-sama,” ujar Menteri PPPA.

Menanggapi tawaran tersebut, Goh Pei Ming menyambut baik dan berharap rencana ini dapat segera terwujud. Kedua negara sepakat untuk membentuk kelompok kerja bersama guna merencanakan, memantau, dan mengevaluasi program kerja sama agar memberikan dampak nyata bagi perempuan, anak, dan keluarga di kedua negara. “Kami ingin kerjasama ini tidak hanya kuat di atas kertas, namun benar-benar memberi dampak nyata bagi perempuan, anak, dan keluarga di kedua negara,” tutup Menteri PPPA.

Baca Juga:  Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu, Mendag Budi Santoso Dorong Digitalisasi dan Pengelolaan Pasar Modern

 

sumber : Kemenpppa RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru