Jakarta, PR Politik – Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk memperkuat tata kelola dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Sekolah Rakyat. Sinergi ini bertujuan memastikan ekosistem pendidikan berbasis asrama (boarding) tersebut memiliki standar layanan yang mumpuni bagi peserta didik yang beragam.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan bahwa penguatan sistem asrama merupakan prioritas utama. Hal ini dikarenakan Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan lingkungan tempat tinggal bagi siswa dan tenaga kependidikan.
“Boarding-nya ini yang harus kita kuatkan. Sekolah Rakyat itu seperti rumah kedua bagi anak-anak dan tenaga kependidikan,” ujar Gus Ipul saat bertemu Kepala LAN Muhammad Taufiq di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (15/1).
Selain tata kelola, Gus Ipul menyoroti pentingnya pembekalan kompetensi bagi seluruh elemen pendukung di Sekolah Rakyat. Mengingat dinamika latar belakang siswa yang sangat luas, dibutuhkan SDM yang mampu menciptakan suasana belajar menyenangkan sekaligus membangun kedisiplinan dan perilaku positif.
“Fokus saya tenaga kependidikan. Wali asrama, wali asuh, satpam, sampai juru masak. Semua harus diikutkan selain kepala sekolah dan guru. Disiplinnya, perilakunya, ini semua harus dipikirkan. Mereka perlu dibekali kemampuan yang mumpuni,” urai Mensos.
Kepala LAN Muhammad Taufiq menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan lembaganya dalam mendampingi Kemensos. LAN berencana merancang sistem pendampingan yang efisien, termasuk pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah serta skema training of trainers (ToT) untuk tenaga kependidikan.
“Tata kelola dan SDM di Sekolah Rakyat ini nanti akan kita dampingi,” kata Taufiq. Ia menambahkan bahwa LAN siap memfasilitasi dialog langsung serta menawarkan dukungan peningkatan kemampuan bahasa asing bagi siswa tingkat SMA melalui balai bahasa guna meningkatkan daya saing global.
Menanggapi rencana tersebut, Gus Ipul membuka peluang pemanfaatan aset balai dan sentra milik Kemensos untuk dikolaborasikan sebagai pusat pelatihan. Ia berharap kolaborasi ini dapat segera diakselerasi secara berkelanjutan.
“Sekarang saya titip ke Pak Taufiq. Saya percaya ini bisa berkelanjutan, tinggal percepatan pelaksanaannya,” tegasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua lembaga, termasuk Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Sekretaris Utama LAN Andi Taufik.
sumber : Kemensos RI















