Brebes, PR Politik – Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan Bank Mandiri memberikan pelatihan intensif bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah lulus (graduasi) dari program bantuan sosial. Langkah ini dilakukan untuk memastikan KPM tersebut benar-benar mandiri secara ekonomi.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengungkapkan bahwa Kemensos tidak akan lepas tangan hingga KPM bisa sepenuhnya mandiri. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan mengadakan Pelatihan Manajemen Usaha Mikro dan Analisa Keuangan Sederhana untuk KPM Graduasi Kabupaten Brebes yang diselenggarakan di Pendopo Bupati Brebes, Jawa Tengah, Selasa (7/10).
“Kita akan kawal terus proses graduasi ini sampai masyarakat betul-betul berdaya dan mandiri,” kata Wamensos saat membuka pelatihan.
Pelatihan tersebut merupakan langkah awal yang ditempuh Kemensos bersama pemerintah kabupaten dan Bank Mandiri usai graduasi KPM pada 14 Agustus lalu. Dari 2.000 KPM Graduasi di Brebes, sebanyak 620 KPM mendapatkan pelatihan batch I dari Bank Mandiri agar usaha mereka bisa semakin berkembang dan sukses.
Wamensos mengungkapkan pengentasan kemiskinan melalui graduasi membutuhkan upaya bersama untuk mengubah pola pikir (mindset) ketergantungan bantuan sosial menjadi mindset pemberdayaan, yang harus dilaksanakan secara masif dan kolaboratif. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bergotong-royong agar masyarakat bisa hidup sejahtera.
“Saya mengajak kepada seluruh pimpinan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, bahkan swasta, Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk bersama-sama, mari kita hijrahkan mindset kita. Kita bantu masyarakat agar mereka bisa berdaya, agar mereka punya penghasilan sendiri, masyarakat bisa mandiri, masyarakat bisa gumuyu (tersenyum),” ajaknya.
Senior Vice President Bank Mandiri Sri Dono Indarto mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut akan menjadi bekal dan dasar yang kuat bagi KPM. Namun, keberlanjutan usaha KPM graduasi menjadi hal krusial agar kondisi mereka tetap stabil dan tak lagi menerima bansos.
“Tidak hanya lepas (dari bansos), tapi lepas itu harus punya usaha, harus punya apa yang bisa diandalkan oleh KPM-KPM. Jadi lepasnya itu betul-betul kuat, kokoh, tangguh. Jangan sampai masuk lagi jadi penerima bansos,” papar Sri Dono.
Ia menambahkan ada tiga hal yang bisa diterapkan oleh KPM agar terlepas dari kemiskinan: semangat untuk terus maju, yang didukung oleh permodalan, penyuluhan, dan pembekalan, serta cita-cita yang tinggi agar terpacu untuk mengembangkan usaha.
Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma berharap upaya pemberdayaan lintas sektor ini menjadi model pengentasan kemiskinan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar melepas bantuan, tapi mengantarkan mereka menjadi mandiri. Dengan dukungan lintas sektor dan semangat masyarakat yang kuat, program pemberdayaan ini diharapkan menjadi model pengentasan kemiskinan berkelanjutan,” ungkap Paramitha.
sumber : Kemensos RI















